Pages

Showing posts with label Sajak. Show all posts
Showing posts with label Sajak. Show all posts

Senja


Senja, semburatmu tadi seperti sampaikan arti...
Di balik gumpalan putihitu, samar seuntai senyum...
Tipis namun mengiris...
Angin menerpa seakanhendak berkata...
Bisikkan siratan makna yang sempat terbaca...
Dan sayupterdengar,
"Tiap langkah ini adalah jeritan jiwa..."


Gyeongsan, September 2010

Terpetik Hati


Kembali aku...
Terpekur dibuai rasa...
Terdiam; meneduh; menjadi sunyi...
Terpetik hati di dawai-dawai...
Mencipta nada; luput suara; menggigil getar di dasar pundi...

Aku melangit...
Digenangi serbu haru membendung...
Aku meleleh tapi tak mengalir...
 Seiring ayat-ayat kirana elok mengalun...


*************

Gyeongsan, Korea Selatan, Juli 2010
~ Terpetik hati ~

Puisi Isi Keju

 
Di atas roda-roda baja...
Menentang jarak... 
Beribu-ribu depa...
Kau, bawa kaca itu serta menuju kotaku...

:: Dalam hati aku merapal puji ::

Lalu,
Di satu sudut 'Machia'...
Celoteh kita berpadu...
Dengan denting piring dan garpu yang beradu...


:: Kita semakin larut dalam gelas-gelas kaca ::

Malam semakin tinggi...
Lampu-lampu memendar...
Dari balik dedaunan di pucuk-pucuk sepi...
"Pesan puisi isi keju"...
Katamu, memecah sunyi...

Pada akhirnya...
Hujan terus merintik....
Membawa pulang ke hati sang para pemilik...

"Terima kasih dan sampai ketemu"
Dengan gigil masih bersarang dibuku-buku jari...




Gyeongsan, Korea Selatan, Juli 2010
~ Fusion Sigdang~

Masih


Masih bergetar...
Masih berdebar...
Masih terasa...
Masih tereja...
Masih sesak...
Hingga tersedak...


:: Aku benci ::


Tuan logika,,,
Mari bertarung...
Melawan hati!!


Gyeongsan, Korea Selatan, Juli 2010
~Will be at XRD Room, MSE~

Untuk Lelaki Terbaikku, Kelak

Untukmu, lelaki terbaik bagiku kelak...

Entah kini di belahan bumi mana engkau berada...
Aku tak tahu...
Entah engkau bernama apa...
Aku tak bisa mereka...
Dan entah engkau berupa selayaknya siapa...
Tak tergambar...

Yang kutahu kelak kita pasti akan bertemu...
Dalam bingkai penyempurnaan agama...

Untukmu, penyandingku nanti...

Kadang gelisah mengusik rasa...
Karena aku hanya wanita biasa...
Entah engkau mau menerima...
Aku dengan sebongkah kelebihan...
Dan kekurangan setumpuk gunung...

Berharap engkau sudi membuka tanganmu dengan lapang dada...

Dan berkenan melengkapi yang kurang...
Untuk jadikannya menyerupai sempurna...
Ajari aku banyak hal yang belum kutahu...

Kadang gundah jikalau kau memaksaku...
Untuk jadi bayanganku...
Semata bayanganmu...

Untukmu, sang pemimpin...
Sandaran hatiku nanti...
Kan kuberi segenap hati...
Seluruh hidup...
Segala setia...

Kelak untukmu semata...



Gyeongsan, Korea Selatan, Juli 2010
~Will be at Chemical Building, YU~

Kembali Malam



Kembali sang dewi malam turun memeluk bumi
Imaji berputar dalam otak yang kian merayap
Bersuara dalam hati, melontar tanya sebuah makna
Dan berharap temukan jawab di sudut-sudutnya yang kian menumpul
Mengayun lamun...
Masih kosong...
Masih sepi...
Tetap diam tak terucap sepatah kata...



Gyeongsan, Korea Selatan, Juli 2010
~~Malam musim panas~~

Pagi Cerah

Kubuka kelopak mata..
Berat melekat...
Kala dewi malam menyapih bumi...
Sinar jingga menyepuh angkasa...

Aku sedang belajar mencintai pagi...

Kuturuni tangga kehidupan itu...
Satu demi satu...
Kuayun langkah...
Kaki meringan...


Terus melangkah...
Terus mengarah...


Sang raja siang mengintip malu...
Dari balik awan-awan putih...
Yang bergelayut manja di langit biru...

Sang raja siang belum menggarang...
Sinarnya masih lembut mengusap pipiku...

Terus melangkah...
Bertembang riang...

Tercium wangi aroma-aroma..
Dari balik semak perdu...
Kumbang-kumbang pun riuh menghisap nektar...
Mencumbu mesra bunga-bunga mekar...

Dedaunan bergoyang...
Seirama alunan bayu...
Menunggu musim...
Membawa gugur...
Menjemput bumi..


Terus melangkah...
Merajut mimpi...




Gyeongsan, Korea Selatan, Juli 2010
~~Melintasi perdu mewangi~~

Melukis Guratan


Masih mencoba melukis guratan di langit...
Menjadikan sketsa itu biar berbentuk...
Mimpi dan asa membingkai awan di sudut sana...
Putih bersih berlatar biru...


Nafasku telah seirama dengung mesin-mesin itu...
Rautku serupa kaca-kaca sampel yang berdebu...
Kelopakpun kian memberat...
Serasa sebongkah batu terlekat...
Aku pun rindu peraduan dan selimutku yang hangat...


Tak bisakah malam sedikit lebih panjang kali ini?
Agar mataku tak lekas segera bertemu pagi...



Electronic & Thin Film Materials Laboratory
2.32 A.M

Cinta Itu...

Aku kurang mengerti apa itu cinta...
Hingga ia menyulapku serupa kumbang madu...
Mencicip nektar di padang penuh bunga...
Manis dan indah...
Seperti di surga...


Aku tak mengerti cara cinta itu bekerja...
Hingga ia buatku berkubang genangan air mata...
Berpeluh lelah karena rasa...
Pedih dan nyeri...
Serupa luka...


Aahhh, bagiku cinta itu tak lebih dari sekedar luka....


Gyeongsan, Korea Selatan, Juli 2010 
~ETML~

Terima Kasih Malam

Entah kenapa,
Kini aku lebih mencintai malam...
Dan pagi pun,
Jadi seringai yang aku benci...
Kelip lampu-lampu di remang itu,
Serasa lebih indah di mataku...
Saat ini...
Pengganti bintang milikmu di ujung langit sana
Yang entah, telah tergadai setianya...

Dalam malam, kurasakan luka-luka itu...
Kembali menganga... 
Luka karena kau pernah mengucap kata cinta...
Di telingaku....

Dan keping-keping kenangan...
Yang di sudut nyaman sana ku coba simpan...
Menjelma menjadi sebilah belati...
Menyayat daging ditubuhku...
Yang mereka sebut itu hati...
Mengirisnya tipis-tipis....
Tipis-tipis dan kian menipis...
Hingga kini tak kutemukan lagi,
Alasan untuk memecah tangis


Terima kasih untuk malam...
Dan atas segenap luka yang kau ajarkan...


Gyeongsan, Korea Selatan, Juli 2010 
~ETML~

Selamat Ulang Tahun, Ibu

Bertambah usiamu kini, ibu
Bertambah satu, guratan garis di wajah megahmu
Pundakmu rangka baja
Beribu ton beban kau pikul disana
Namun tetap anggun engkau melangkah
Tanpa pernah tunduk melemah
Tunjukkan pada dunia bahwa kaum hawa bisa juga perkasa...

Ibu, masih ingat dulu
Mutiara yang senantiasa kau bisikkan ke telingaku
Seorang gadis dengan air mata selalu berlinang dipipinya
Sosok kecil yang penuh canggung menatap dunia
Hingga kau sulap aku kini jadi lebih dewasa
Ajariku rupa-rupa makna hidup di kehidupan ini
Dan belajar yang terbaik menyikapinya

Selamat ulang tahun ibu
Semoga Tuhan berkenan memberi segala yang terbaik untukmu...



Teruntuk ibu saya yang berulang tahun pada hari ini, 9 Mei 2010...
Hanya untaian doa yang bisa saya hantarkan untukmu dari negeri seberang ini...

IMU

Semilir angin malam ini,
Terbangkan anganku padamu,
Inilah rasa, dalam derap waktu yang kian mengejarku...

Kekasih, aku rindu padamu...

Hanya mampu berkata pada hati,
Aku masih ada, aku masih disini,
Dan tak pernah meninggalkanmu...

Tunggulah aku hingga tiba saatnya waktu itu...

Di Penghujung Winter


Di atas, langit kelabu
Dingin masih mendekap hingga tulangku
Ranting-ranting masih sepi
Tanpa deretan tunas hijaukan hari
Dan kuncup-kuncup bunga pun tak kunjung segera menghiasi
Semakin menggiring rasa tuk mengukir wajahmu

Atas nama jiwa, aku merindukanmu lebih dari sekedar kata
Atas nama hati, aku menginginkanmu disini menemani
Kau, tepi nyamanku, kita terpisah jarak membentang
Dan karena langit berkuasa atas segala

Di penghujung winter,
Sakura di sudut gelap itu merindukan hangat segera mendekat
Seperti aku yang merindukanmu

Untuk Dickens Hawhaw : Percayalah Bahwa Setiap Pencarian Pasti Akan Ada Ujungnya

Dickens Hawhaw : Api semangat yg dahulu berkobar dengan terang....Kini telah padam....Gelap dan dingin kembali datang menyelimuti....Maka semuanya akan menjadi debu dalam pangkuannya

Idham Aja : Jangan biarkan angin kencang padamkan api semangatmu, kawan... Nyalakan kembali hingga kobarannya cukup menerangi... Segeralah keluar, temukan peraduanmu yang hangat nan nyaman... Karena sudut gelap dan dingin itu tak sebaiknya tuk dihuni...

Dickens Hawhaw : Tak ada angin yg mampu membuat api menjadi padam....Tetapi jalan yang lurus menjadi berkelok dengan curam nya jurang yangg terjal....Derap langkah kaki prajurit menjadi terhenti oleh tembok penghalang yang mengelilingi,tanpa mampu untuk mendakinya dengan ransel berat yg menjerat...Selamat datang lembah kesunyian yg membuat api menjadi bongkahan es

Idham Aja : Terhenti tak berarti berhenti... Dan tembok penghalang itu adalah tantangan... Runtuhkan, atau daki ia hingga ke puncaknya... Bukankah dalam diri prajurit mengalir darah pejuang di nadinya? Pedang kan tetap terhunus hingga nafas terakhir berhembus... Tak rela melihatnya terjebak... Di antara dinding alam tak bertuan... Sebelum sampai ia disebenar-benarnya pertempuran... Akan selalu ada jalan jika kaki tak menghentikan langkahnya...

Dickens Hawhaw : Kaki pun menghentikan langkahnya yang tak mengenal arah....Tujuan yg semula memancarkan sinarnya,berangsur memudar dan gelap menyelubunginya....Lelah sudah tubuh sang prajurit untuk berjuang kembali ke medan perang....

Idham Aja : Yakin bahwa lelah itu hanya sementara... Selama nafas masih dihembuskan, kaki harus tetap berderap... Menyusuri tiap jengkal jalan yang telah digariskan-Nya...
Jangan khianati jiwa yang ingin terus mencari dengan belenggu kata "lelah melangkah"... Ada warna-warni terlukis indah di sana, di ujung batas langit dan bumi... Akan segera kau dapati asal langkah-langkahmu itu tak terhenti...

 (17/01/2010)

Note : Izin copy paste dari FB lo Haw, tetap melangkah dan yakin pencarianmu akan segera temukan ujungnya

Langitmu, Langitku, Langit Kita


"Masih dan selalu berharap bahwa langit di atas kita tetap sama"

Ini hanya jarak,
Hanya bumi tempat berpijak, buat kita jadi beda
Enam putaran waktu cukup mampu meleburnya jadi satu...
Dan akukamu, kita akan larut dalam bingkai "pertemuan"

Jika selintas rupa-rupa kita di ujung mata,
Coba sejenak menengadah,
Langit di atas kita akan masih tetap sama,
Serupa bintang, di angkasa manapun ia bersinar
Disitulah tempatnya,
Dan kita pun tahu disana ia memang sedang berada...
Langitmu, langitku, langit kita...
Bertabur bintang, masih dengan Arion jadi punggawa...

Manakala sepi datang menyergap hati,
Coba pertemukan kedua kelopak mata,
Terjun dan selami telaga kenangan,
Hingga ke dasar, di sudut-sudut alam pikiran kita...
Semoga masih temukan ia bersemayam disana

Malam ini, sesosok rupa yang tertinggal,
Tak lain adalah sosokmu,
Memenuhi seluruh ruang-ruang di kepala....
Hanya bisa memandang ke atas, ke langitku,
Yang juga langitmu, langit kita, dan tersenyum karena semua masih tetap sama....

 Gyeongsan, Maret 2010


Note : for someone who far over there, just take care yourself, please...