Pages

Showing posts with label Corat-Coret. Show all posts
Showing posts with label Corat-Coret. Show all posts

Welcome Back, Caffein

Setelah sukses sekitar 6 bulan berhenti 'ngopi', akhirnya malam ini kembali menenggak obat kuat melek tersebut... Duh, hampir gak percaya nih ternyata saya kuat selama itu gak minum kopi... Hebat!! Seorang pecandu akhirnya bisa berhenti.... *memuji diri sendiri dan me-lebay* tongue
Tapi akhirnya kembali meminumnya lagi.... *Yahhh... penonton pembaca akhirnya kecewa

Bertahun-tahun, kopi menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidup saya. Mulainya sih kayaknya dari kecil,  dan meningkat tajam pas SMA. Dulu, saat masih kuli-ah di sebuah kampus di daerah Depok, hampir tiap malam, 'ngopi' adalah ritual rutin yang hampir tak pernah terlewatkan. Apalagi kalau pas deket-deket ujian dan sedang ujian. Oiya, satu lagi, sama nge-gamtek, bikin gambar begitu-begitu doank ternyata harus gak tidur semaleman lhoh. Paling parah ketika sudah lulus dan ngantor di sebelahnya Kedubes Korsel situ, tiap hari baik pagi dan siang : kopi  adalah WAJIB. worried

Favorit saya dulu adalah Good Day (pada tahu khan ya?), terutama yang rasa Moccachino. Paling enak menurut indera perasa dan penciuman saya. Semua rasa Good Day udah pernah dicoba, emang dulu sukanya coba-coba kopi berbagai rasa. Parahnya lagi, Good Day yang satu sachet-nya udah banyak gitu, kalau bikin kadang suka 2 sachet jadi satu cangkir. Alasannya : biar lebih kentel. Sering banget diomelin eh, diingetin ding sama beberapa orang temen. Sampai diomelin ibu juga begitu ketahuan, tapi tetep deh, masih aja ngopi terus (padahal ibu saya juga suka minum kopi). Bisa berhenti karena kesadaran sendiri. Apalagi sekolahnya ini di Korea, negara yang penduduknya pecinta kopi juga. Vending machine ada dimana-mana, kopi tersedia berbagai rasa. Surga banget deh pokoknya dulu pas awal-awal... Gak pernah sarapan, sebagai gantinya minum kopi saja sudah cukup. Di lab disediain kopi juga, dan ternyata saya yang paling banyak ngabisin, soalnya yang lain pada gak terlalu suka... big grin

Kopi tubruk yang bener-bener item pekat itu juga  pernah suka. Sampai kalau pulang kampung, sekembalinya minta dibawain kopi tubruk atau kadang dikirimin. Daerah saya terkenal dengan kopi-nya lhoh! Tapi kopi lelet, bukannya daerah penghasil kopi... (Note : ini bacanya le- seperti pada kata lembut, bukan le- seperti pada kata lele). Banyak yang gak tahu pasti ya? Kopi lelet itu kopi yang sangat halus sekali (lha iya, nggilingnya aja sampai 8 kali lebih), terus kemudian ampas dari kopi tersebut bisa digunakan untuk mengoles batang rokok, yang sebelumnya dicampur dengan susu kental manis terlebih dahulu. Proses oles-mengoles tadi dikenal dengan istilah nglelet. Katanya sih, rokok yang habis dilelet rasanya lebih nikmat dan lebih 'kuat'. Gak ngerti juga deh... gak pernah nyobain soalnya... nyobain rokok leletnya maksudnya.  Dan soal nglelet ini, mereka-mereka biasanya gak sembarangan oles tinggal oles, tapi kadang "mbatik" juga (daerah saya terkenal dengan batik-nya juga lhoh... hihihi... promosi). Mungkin para leleter, pada jago kali ya kalau disuruh bikin batik. Kakak saya termasuk didalamnya, dan saya sendiri kadang suka terkagum-kagum dengan hasil karyanya. Kopi lelet ini meskipun rasanya gak sepahit espresso, tapi cukup 'nendang'. Yang baru pertama nyobain, mungkin bisa kliyengan saking beratnya. Warung kopi lelet ini menjamur sekali di daerah saya, apalagi yang disepanjang jalan pantura. Tapi kadang sering menjadi konotasi yang negatif...Bagi yang penasaran, ini saya kasi gambar-nya rokok leletan dan cara ngleletnya... *saya ngambil dari facebook salah seorang temen... hihihi...happy

Gambar atas : hasil dari rokok yang di-lelet dengan kopi lelet. Gambar bawah : cara melelet kopi, biasanya pake batang korek api


Ada yang ingin tahu daerah asal saya itu dimana? ~PedeBangetLoDham~ 
Eh, ya gpp dong, siapa tahu ada yang ingin dateng dan nyobain kopi lelet... tongue
Daerah asal saya itu Kabupaten Rembang, tepatnya Kecamatan Lasem... Cari sendiri di peta ya...!!
Tapi jangan bilang kalau pelosok dan gak terkenal banget! ~EmangBenerKok~

Ummm... Baiklah, biar lebih afdol, mungkin perlu saya kasi juga efek positif dan negatif nya minum kopi kali ya... Biar bisa membantah kalau diomelin... hihihi... *dasar jiwa pemberontak*. Menurut saya sih, gak buruk-buruk amat kebiasaan minum kopi, asal gak berlebihan. 1-3 cangkir sehari masih oke lah ya. Saya paling maksimal 2 cangkir saja sehari... Tapi untuk kondisi-kondisi tertentu bisa lebih sih kadang... hihihi... (Iya, orang kadang beli kopi di vending machine 2 cangkir dijadiin satu cangkir)

Efek positif :
  • Kopi dapat mengurangi resiko terkena penyakit Alzheimer.
  • Kopi dapat mengurangi resiko terkena pengakit Parkinson.
  • Kopi dapat membantu meningkatkan memori jangka pendek manusia.
  • Hal ini terutama disebabkan karena kafein yang dikandungnya bereaksi secara kimia menstimulasi dan membantu kita untuk menangkap dan fokus terhadap informasi yang diterima lebih baik untuk jangka pendek tertentu.
  • Kopi dapat membantu meredakan sakit kepala, Kandungan kafein dapat membantu meningkatkan efek obat-obatan yang berfungsi untuk menghilangkan rasa sakit sementara seperti aspirin, midol dan excedrin. Banyak dari obat sakit kepala dan migran mengandung kafein dalam jumlah kecil.
  • Kopi merupakan efektif antioksidan.
  • Kopi merupakan diuretic yang baik. Minum kopi membuat orang lebih sering buang air kecil. Ini bagus untuk membantu tubuh membuang semua zat-zat ataupun kandungan yang sudah tidak diperlukan lagi oleh tubuh.
  • Kopi juga membantu mengurangi resiko terkena batu ginjal (vibizlife.com)

Efek negatif :

  • Kopi dapat menyebabkan constipation atau susah buang air besar.
  • Kopi menyebabkan karang gigi dan gigi menjadi kuning bia dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. (vibizlife.com) 

Tuh khan, banyak efek positif-nya... Minum kopi itu bikin lebih bersemangat tauuu... Betul khan coffee lover?happy

(Postingan colongan)

Sumbernya dari sini nih kalo ada yang nanya... tongue

Postingan Iseng-Iseng


Kenapa saya lebih produktif nulis postingan blog daripada nulis paper ya? 
Hahaha... ya iyalah!! Dudul!!
Nulis di blog tinggal ngemeng-ngemeng aja gak perlu ada citation, gak perlu ada dasarnya, gak perlu ada datanya segala macem... Nulis blog sambel merem juga bisa... *halah*
Gak ada yang baca ini, gak ada reviewer... Kalau ada yang baca, paling cuma berapa dan cuma sekedar lewat...

Barusan ketemu Prof. saya, ngobrol-ngobrol, berdiskusi, dan beliau memutuskan tidak mau kehilangan chance untuk submit paper di Thin Solid Films (TSF) Journal. 
Ya iyalah Dham, orang udah mahal-mahal bayarin ke Jepang masak iya tanpa hasil apapun...

Saya bilang masih banyak data yang perlu untuk di ulang. Tapi mesin sputtering-nya sampai sekarang pun belum bener. Waktu tinggal gak ada 10 hari lagi... Saya mulai desperate sebenarnya... *sambil berdoa supaya deadline of submission nya diundur*
Tapi Prof. saya tetap memberi semangat dan motivasi, serta tak lupa selalu memberi senyuman untuk semua student-student-nya. Dan inilah salah satu alasan kenapa saya menaruh hormat yang sangat untuk Prof. saya ini dan berusaha memberi yang terbaik untuk beliau...
"I don't want if we give up. Try your best, Idham! I know that TSF acceptance is very strick. We may not be succesful, but at least we have tried. And if it couldn't be published, we can re-write and submit to TSF again or another journal".

Dan solusi-nya, disuruh nge-remove data-data yang terlihat kurang meyakinkan serta menambahkan data dari eksperimennya Mr. Ma...

Tanggal 8 bulan depan saya disuruh ikut conference lagi sama Prof, tapi cuma one day conference tentang renewable energy dan cuma di Daegu. It will be my 5th conference in 1 year. Manuscript-nya udah beres, dan bakalan di publish di Journal of Nanoelectronic and Optoelectronic (JNO) kalau memenuhi syarat...

Saya gak mau kado yang lain-lain dech untuk hadiah ulang tahun saya bulan depan... Saya mau kadonya itu aja... Paper saya bisa publish... hihihihi... Ngarep boleh dong... Eh, tapi kalau ada yang mau ngasi kado yang lain lagi juga diterima kok... hihihi... *maruk*

Kalau itu bisa terbit, mulai mempertimbangkan untuk lanjut S3... Berarti ada sedikit bakat untuk jadi researcher tingkat selanjutnya... *halah*...
Nulis paper itu ternyata gak gampang ya...

Emang ini, kemampuan nulis ilmiah saya jongkok banget. Kalau disuruh nulis ngemeng baru deh, jago... hihihi... *gak juga padahal*

Walaupun belum bisa terbit sekarang, saya mencoba yakin kalau misalnya paper yang telah saya tulis tersebut bisa publish, entah kapan dan di jurnal apa...

Teringat beberapa tahun yang lalu... Ketika tulisan yang saya bikin pas SMP, saya kirim lagi  pas saya SMA dalam rangka lomba mengarang penghijauan SMA tingkat provinsi ternyata masuk ke babak final... Walaupun gak menang sih... Tapi paling enggak, saya di undang ke Salatiga untuk presentasi tentang tulisan saya itu... Hihihi... Padahal tulisan saya tersebut pas jaman SMP, di tingkat kabupaten aja gak masuk apa-apa... gak menang dan gak masuk final...

Ayo... ayo semangat menulis-nulis... !! 
Dan membaca-baca pastinya... Soalnya kita bakalan susah menulis, gak bisa malahan, kalau tanpa 'membaca'...

Dolphin Doll



Accidentally discovering this cute blue stuff that make me dazzled and unable to switch off my eyes for not seeing this 'dee-dee'. Then, it reminds me with my little cute dolphin doll which is left in my hometown.

For me, dolphins are fabulous creatures. They symbolize smartness, faithfulness, gentleness and friendship. I think, almost people will agree with this statement, won't you?

Wanna to have this lovely one and it's a MUST...

Let's go to Gmarket! Yaayyyy...

"Gocengan" Shoes From Gyeongsan Sijang

Finally, I have girly shoes since I have been in here for about 4 months. Two pairs of nice shoes. One of them is white, and another is grey. I got it from "Gyeongsan sijang" after my housemate persuaded me for going there with them last week. And you know, its price is really cheap. It's only 오천원 or "goceng" each pair. The shoes shop gave discount for some items. The best way for buying something if there were no enough money, find the shopping place which give discount! Because there was only 사만원 in my bank account for half month ahead, so I should skimp it if want to still alive. My old shoes which my friend called it with "sepatu kungfu" has been already battered. So now, I leaved it in the corner of our house. Ah, why is it always become the rule  for most of people? If we have found something new, so we will leave the old one soon. Or is there any exception?
Fortunately, in this case, I have left only my battered shoes.

I will upload my new nice cheap shoes later... :D

Yes, I Give Up

Masih berhubungan dengan mesin sputtering.... 
Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, sparepart nya ada yang rusak. Padahal cuma rubber ring buat substrate rotation doank, tapi cukup membuat puyeng saya dan labmate lainnya. Bagaimana tidak, sudah diganti 3 kali, tapi tetep menunjukkan gejala ketidakberesan yang sama. Minggu kemaren sudah diganti sekali, tapi kemudian jadi gak beres lagi. 
Akhirnya ngorder lagi ke manufacturer-nya 2 biji. Kemaren barangnya nyampe di lab, langsung dipasang malamnya. Baru dipake sekali deposisi, eh gak beres lagi. Rubber ring nya ada yang patah lagi segerigi. Walaupun cuma segerigi, tapi chamber substrate nya jadi jadi gak bisa jalan. Untung ada anak undergraduate yang masih di lab. Terus diganti lagi yang baru, kali ini "try for the last" dia bilangnya. OK, akhirnya bisa jalan dengan lancar tanpa bunyi "jedag-jedug". Saya coba pake sembari berdoa agar kali ini tidak ada masalah yang sama.  Tapi selang beberapa saat, belum juga deposision nya selesai, gerigi nya patah lagi. Aaahhh... bener-bener desperado!!
Saya stop eksperimen saya yang sedang running. Dan bilang ke teman lab saya itu "Rubber ring of substrate rotation is broken again. Now, I'm giving up"
"Do you give up?" tanyanya memastikan.
Saya jawab, "Yes, I give up. I don't know what should I do again."
Waktu menunjukkan hampir pukul 02.00 dinihari. Saya pun memutuskan untuk pulang saja... Puyeng....
Saya ingin segera tidur.... zzzZZZZzzz.....



== Fin ==

Wasted

Sedang merasa semua orang meninggalkan saya sekarang ini.
Seperti menemukan diri sendiri berada di pojok sebuah ruang yang gelap dan terasing.
Semua orang serasa enggan memberikan senyumannya walau hanya sesungging.
Tiba-tiba seseorang yang sepertinya sangat peduli menjadi begitu apatis.
Dan saya pun merasa terbuang.
Tak ada perasaan yang buruk saat ini selain dijadikan orang asing dan tak lagi dianggap ada.
Entahlah... mungkin ini hanya sekedar perasaan saja.

Tapi saya mengerti, semua orang punya hak untuk berbuat apa yang dia ingini dan apa yang tidak.
Dan saya pun tidak bisa menuntut seseorang untuk berbuat sesuatu jika dia tidak menghendaki.
Tapi, seketika itu kah hati dan rasa berubah?
Langsung teringat ke hukum probabilitas...
Yang tidak saya sukai dari bagian ini, mengapa saya diciptakan dengan hati yang sangat sensitif sedemikian sehingga sedikit apapun perlakuan tidak sesuai yang mengenai hati saya itu bisa menimbulkan efek yang disebut terluka...

Tapi sekali lagi saya berusaha untuk mengerti...
Dimanapun dan apapun akan berlaku hukum kekekalan energi....
Dan saya pasti jadi salah satu causa-nya.... :((

Gajebo Aaahhh...

Mau ngomel-ngomel.... 
Bener-bener ngomel....

Saya lagi kesel... kesel bener-bener... dan bener-bener kesel... sama mantannya pacar saya. Yang akhir-akhir ini seperti nya sering pake banget nulis ke wall pacar saya, dan isinya adalah hal-hal yang gajebo, yang notabene gak jelas maksud nya apa. Okay lah kalo misal-nya masih wajar aja sih, saya-nya fine-fine aja, gak bakalan ngomel atau gimana. Karena saya sebenarnya adalah orang yang santai, mau pacar saya itu pasang foto  profil gandengan tangan sama cewek lain juga gak apa-apa asal ada penjelasannya  kalau itu memang bukan apa-apa. Tapi ini kek nya udah gak wajar...2 hari sekali kek nya, bener-bener gak jelas dan seolah-olah masih ada hubungan seperti dulu. Siapa orang-nya coba yang gak kesel? Orang yang punya nama "Sabar" pun bakalan jadi gak sabar kalau liat seperti itu terus-terusan di depan mata kepalanya. Dan jelas-jelas si mantan itu sudah tau kalau mantan pacarnya sekarang sudah punya pacar... Jujur, saya agak "terluka"... Padahal waktu itu juga sudah pernah comment di wall yang dia tulis, biar dia ngerasa. Tapi ternyata gak ngefek juga... :(

Saya coba untuk tidak terpengaruh dan menganggapnya bukan apa-apa, tapi ternyata lama-lama saya tidak tahan juga. Dan ternyata kesabaran saya terbatas....

It's okay kalau dulu kalian pernah bersama....
Tapi itu dulu khan? Dan sekarang dia punya kehidupan yang baru...
It's okay kalian dulu berpacaran,
Tapi dia ditinggalkan khan? Dan jangan bilang sekarang menyesal atas keputusan itu...
It's okay emang sekarang kami sedang berjauhan,
Tapi bukan berarti saya terus dianggap gak ada khan??
It's okay dulu memang pacar,
Tapi sekarang sudah jadi mantan khan?
Memang saya diam,
Tapi bukan berarti saya gak punya perasaan khan?

Bukannya saya mau mengekang atau membatasi pacar saya, ataupun marah, tapi cuma berharap agar semua berjalan sesuai peran-nya masing-masing...
Semoga orangnya mengerti kalau telah membuat orang lain merasa tidak nyaman...

Udah ah, ngomel nya...
Ternyata ngomel itu menghabiskan energi dan bikin orang jadi lapar......

"Ini Kita"

"If I am not for myself, who will be for me? And if I am only for myself, what am I? Why do sometimes I feel so confuse with what I should do? Even though, I have tried to make my life so easy..."

Lama tidak membuka dan membuat postingan di halaman corat-coretan saya ini. Sebenarnya banyak hal dan unek-unek yang ingin dituliskan, tapi sayangnya waktu tidak bisa berkompromi. Atau mungkin saya-nya yang tidak bisa berkompromi dengan waktu, entahlah yang pasti waktu berjalan begitu cepat disini dan berharap dalam satu hari bukan hanya 24 jam saja,  tapi bisa sampai 26 jam atau bahkan 30 jam. 

Beberapa hal sudah saya alami dan rasakan dalam beberapa waktu terakhir ini. Dari food festival di kampus, pergi ke norebang di kala hujan bareng housemate, gathering bersama para pelajar Indonesia, sampel eksperimen saya yang harganya selangit itu pecah, dikejar-kejar research sampai akhirnya tumbang juga pertahanan tubuh saya, "bleeding out" cuma karena wall facebook dari seseorang, webcam-an sama si dia, makan shushi part I bersambung part II sama teman lab dan profesor saya yang baik hati, jatuh dari tangga sampai kaki keseleo dan akhirnya pergi ke dokter karena bingung nyari tukang urut ada dimana, dan X-Ray pun bertindak, dan yang terakhir didera perasaan bingung dan ada hal yang sedikit mengganjal di hati. Beberapa ada yang cukup membuat lelah, baik fisik mapun non-fisik. Dan yang terakhir itu, saya yakin bahwa beliau sangat memikirkan keadaan saya dan tidak ingin saya terluka untuk kedua kalinya.

Beliau, adalah orang yang sangat saya hormati. Apa yang saya lakukan adalah semata-mata berusaha agar jerih payahnya selama ini untuk saya tidaklah sia-sia. Dan yang kedua, adalah seseorang dimana "tempat nyaman" saya berada disana. Ketika kedua hal ini berbenturan, maka timbullah sesuatu yang mengganjal di hati.

Tapi kembali lagi, saya telah memilih sebuah jalan. Dan saya memilih jalan itu bukan tanpa alasan. Maka, seperti isi dari hidup saya selama ini bahwa segala sesuatu harus diperjuangkan, maka saya putuskan untuk memperjuangkannya. Tanpa mengurangi rasa hormat dan rasa sayang saya untuk beliau. 

Saya ingin memperjuangkan apa yang saya yakini. Jika saya bukan untuk diri saya sendiri, lantas siapa lagi yang akan berbuat untuk saya? Tapi jika saya hanya untuk diri saya sendiri, manusia macam apakah saya ini? 

Ingin bisa menggapai kedua-duanya.

I am for myself and not only for myself....

Dan merasa tidak sendiri di medan ini ketika dia-pun bilang tidak menyerah juga.... 

"Ini kita"...

*) Kita berjuang bersama ya.... :((

 

Menyampah

Aaaahhhh, seharian ini saya menyampah di laboratorium tercinta. Tanpa melakukan sesuatu pun yang produktif (yah, ada sih sedikit, kalau bisa dibilang membuat postingan blog yang gak penting seperti ini itu produktif). Duduk manis di depan PC dari pagi sampai malem begini, tanpa membaca paper selembar pun, tanpa membaca buku sehalaman-pun, tanpa mengerjakan "sesuatu" pun. Seharian cuma browsing, facebooking, buka-buka blog orang, dan seterusnya. Sepertinya virus yang bernama "kemalasan" sedang melanda saya hari ini dan juga kemaren (padahal hari kemarennya lagi, kemarennya lagi dan kemarennya...dan kemarennya terus iya juga, selalu males juga!!!). Aaahhh... tidaaakkkk.... Mentang-mentang UTS udah selesai. Hari ini lab saya sangat sepi sekali. Ketiga teman Korea saya punya urusan masing-masing dan tinggallah saya sendirian disini. Ditemani heater ruangan yang setia menyala dari tadi...


Ayo donk Dham, masak jauh-jauh datang kesini hanya untuk menyerah sama yang namanya malas. Enggak banget khan!!! Baca referensi-referensi buat research kamu, kamu belum tahu apa-apa khan!! Kerjain tuh slide presentasi mata kuliah Amorphous sama Seminar, bentar lagi khan!!! Baca tuh basic nya equipment-equipment yang kamu pake, belum tahu khan!!! Ah, ternyata banyak yang harus saya lakukan... Bisik "White Angel" dari samping kanan saya. Dan lagi-lagi si "Devil" yang hitam jelek dengan lantang bilang "Tenang... You still have a lot of time. Lanjutkan kemalasanmu, nak!!"

( Baca!! Baca!! Baca!! Mengerti!! )

Aaahhh.... Cumiiiiii. I shouldn't ever give up to you!!!

Spring apa Winter???

Heran pake bener, menurut pertanda alam dan perhitungan almanak, sebenarnya dan seharusnya sekarang ini di Gyeongsan udah waktunya spring, spring yang bener-bener. Tapi kenapa juga masih saja dingin pake banget... nget... nget. Bahkan beberapa hari yang lalu masih sempet-sempetnya salju turun, biarpun cuma tipis. Huh... tetep aja itu salju, dan dingin. Bbbbrrrrr... Ditambah dengan hujan yang selalu turun akhir-akhir ini. Lengkap sudah dinginnya.... I hate cold, very hate. Huhuhu... Hey, girl, you live in Korea now!! Remember it!! Like or not, cold will be always around you....

 ( Spring Vs Winter )

OK... OK... saya mengerti dan menerima. Tapi terkadang saya juga heran dengan tubuh saya sendiri. Mungkin ada saraf perasa-nya yang mengalami korsleting kali ya, sampai-sampai menterjemahkan dingin itu sebagai rasa sakit. Atau mungkin karena tubuh saya yang kerempeng, kayak papan penggilasan kalau teman-teman kantor dulu bilang, yang kurang nutrisi lebih spesifiknya timbunan lemak ini (Maaf ya bagi yang punya cadangan lemak berlebih... hehe... Sebenarnya saya pun ingin jadi gemuk, berbagai macam cara sudah dicoba tapi sepertinya belum ada yang menunjukkan tanda-tanda berhasil. Ya sudahlah...). Jadi flashback ketika masih di tanah air, sepertinya cuma saya satu-satunya orang di kantor yang selalu kedinginan dan mengenakan jaket kemana-mana. Sampai-sampai gara-gara masalah "dingin" ini, jadi bahan olok-olokan teman-teman kantor ke saya. Ditambah memang dasarnya mereka suka ngeceng-ceng-in. Ah, jadi kangen mereka semua... T.T. Dan dirumah pun, saya lebih memilih tidur di kamar belakang yang gak ada AC-nya, daripada mengering tidur di kamar depan yang ber-AC (dimana-mana itu biasanya orang kalau bisa memilih kamar, ruang, bis, kereta dan sejenisnya yang ber-AC, Nona!!! ).

Dan, sambil menulis postingan ini, dengan heater yang menyala di sebelah saya, syaraf perasa dingin di tubuh masih saja hiperaktif. Diterjemahkan dengan tubuh yang masih tetap menggigil. Saya kedinginan.... Hey, kapan kamu sembuhnya saraf hiperaktif??? Huhuhu... Masak harus selalu pake jaket jumper kayak lontong terus-terusan??

Ingin summer segera datang... Ingin summer segera datang... Ingin summer segera datang... Ingin summer segera datang... Ingin summer segera datang... Ingin summer segera datang... Ingin summer segera datang...(doa si saraf hiperaktif)

2010.04.21

2010.04.21

Tepat dua bulan sejak "sebuah jalan" memisahkan kita, cinta. 
Sejak hari itu dimana terakhir kali aku melihat rupamu begitu dekat dimataku, dan terakhir kali mendengar suaramu langsung di telingaku. 
Dua bulan telah berlalu dengan ribuan kilo bentangan jarak memisahkan kita, cinta. 
Tanpa aku bisa menatap matamu dengan bayanganku berada disitu. 
Dua musim telah kulalui dengan rasa rinduku tertuju untukmu.
Dari musim dingin yang menggigilkan tubuhku hingga musim semi tanpa kau berada disisiku ketika sakura mekar di "Love Road" itu. 
Aku tahu hatimu merana cinta, seperti halnya denganku. 
Aku tahu ini tak mudah bagimu, cinta. Begitu pula dengan diriku. 
Biarpun kau jauh di seberang sana, aku merasa kau sedekat darah di nadi. 
Mengalir ke jantung, kemudian ke hatiku, dan kau bersemayam disana.
Cinta, rasa ini masih tetap sama untukmu. Sebiru langit yang sama di atas kita. 
Dan aku yakin kita bisa lalui ini semua....



(Teruntuk KAMU yang kutinggalkan di bandara ketika malam 21 Febuari lalu)

Lasem, I Miss You

Setiap hari merasakan udara dingin, jadi kangen dengan cuaca di tanah air... Terutama di kampung halaman saya, yaitu Lasem tercinta. Jarang melihat sinar matahari, jadi kangen dengan matahari yang menyengat disana, di Lasem, tanah di mana saya dilahirkan dan menghabiskan masa-masa kecil saya. Banyak kenangan terukir di kota kecil, di sebelah timur Kota Rembang itu. Tidak terasa sudah cukup lama saya meninggalkannya, 10 tahun lebih...

Baru menyadari bahwa terik matahari di Lasem itu adalah nikmat setelah berada ribuan kilo meter jauhnya dari sana. Dulu, terlalu banyak mengeluh kalau Lasem itu sangat panas, sumuk, gerah, dan sejenisnya. Bahkan sampai terakhir kalinya berkunjung kesana sebelum hijrah ke negeri ginseng ini. Dan sekarang, justru sangat merindukan bisa bermandi sinar matahari setelah selalu berhadapan dengan suhu dingin bahkan sampai di bawah nol derajat. Seandainya nanti bisa pulang kesana, akan saya puas-puasin "manas-manasnya".

Bicara soal Lasem, jadi seperti flash back mengingatkan saya kembali ke masa-masa kecil sampai saya SMP. Gunung Lasem, alun-alun Lasem, jalan Kajar, batik tulis, lontong Tuyuhan serasa berseliweran di depan mata saya. Ternyata saya merindukan semuanya, merindukan Lasem dengan segala isi dan suasananya serta keluarga saya yang berada disana. Masih ingat waktu masih SMP, pulang sekolah naik "dokar" bareng-bareng temen, atau kadang naik sepeda di siang yang terik melewati jalan Kajar dan jalan raya Lasem. Sebelum pulang ke rumah, kadang main dulu di alun-alun yang kala itu masih jadi tempat favorit nongkrongnya anak-anak Lasem, mencari makanan favorit, yaitu mie ayam. Jalan-jalan ke Kajar, kadang mendaki sampai ke gunung nya kalau hari minggu pagi. Main-main di sawah ikut menanam padi sambil bermain lumpur. Dan masih banyak lagi kenangan yang terukir disana, di Lasem tercinta.

 ( Salah satu sudut Lasem, indah bukan? Matur suwun buat yang ngasih foto ini ke saya untuk di upload disini )

Entah mengapa walaupun bukan daerah yang tergolong istimewa dengan kekayaan alam yang melimpah dan prestasi yang segudang, saya merasa bangga menjadi "orang Lasem". Kota yang dikenal juga dengan "Tiongkok Kecil" karena banyak terdapat perkampungan Tionghoa ini walau bagaimanapun adalah kampung halaman saya, tempat saya lahir dan dibesarkan. Memang sangat jauh apabila dibandingkan dengan daerah yang telah maju dan berkembang lainnya, apalagi dengan tempat dimana saya tinggal sekarang. Namun, Lasem juga banyak menyimpan "sesuatu" yang patut untuk dibanggakan. Batik Lasem terkenal dengan ciri khasnya yang merupakan perpaduan unsur kebudayaan Jawa dan Tionghoa, batik pesisir dengan pewarnaan  yang cukup berani tapi indah. Saya bangga dengan batik  tulis Lasem, sampai ke negeri ini pun saya membawanya sebagai cendera mata untuk profesor saya. Lasem juga punya pesisir pantai yang sangat menawan, pantai Caruban dan Bonang contohnya, saya sering kesana kalau pulang ke Lasem. Saya yakin jika ada investor yang berminat mengembangkannya, maka pantai-pantai ini bisa jadi objek wisata yang jauh lebih menarik. Lasem juga terkenal sebagai kota santri karena banyak pondok pesantren berdiri disini. Masih ingat dulu waktu pulang les sore-sore, banyak menjumpai para santri yang berangkat atau pulang dari mengaji. Belum lagi, daerah Bonang yang terkenal dengan sentra terasi dan ikan asinnya, semakin menambah  "value" dari kota di daerah pesisir ini. Dan satu lagi, hasil bumi dari Lasem yang jadi favorit saya, yaitu buah mangga. Dulu waktu jaman saya kecil, apabila musim mangga tiba, bisa dikatakan sampai muntah-muntah (agak lebay) karena saking banyaknya. Buah mangga dari Lasem enak dan manis menurut saya, terutama mangga "gadung" dan "golek". Sampai saya kuliah dan kerja di Jakarta pun, sering minta dikirimin mangga dari Lasem. Teman-teman kuliah sangat suka dengan mangganya, dan sering nanya oleh-oleh mangga kalau saya pulang. Tapi sayang khan adanya tergantung musim. 

Waaahhhh... semakin panjang lebar bicara tentang Lasem, semakin membuat saya tambah kangen ingin pulang kesana. Apalagi, di saat-saat seperti ini dimana suhu udara masih belum juga bersahabat. Rindu Lasem, pengen makan lontong Tuyuhan, pengen makan martabak manis, mie ayam dan es layar putih di alun-alun, pengen menikmati kue "dumbeg"... Soalnya disini tidak ada makanan seperti itu... (hiks... hiks...*lebay mode on). Rindu Lasem, pengen maen ke pantai Caruban, pantai Bonang dan gunung Kajar... Rindu Lasem, dengan suasana malamnya yang tenang... Rindu dengan kota yang selalu mengingatkan masa-masa susah sekaligus senang, dan mengajarkan bahwa hidup itu butuh perjuangan... Rindu Lasem dengan segala isi dan suasananya...
*Sambil membayangkan kira-kira bagaiamana ya keadaan kota Lasem kalau saya pulang nanti dan beberapa tahun yang akan datang. Apakah masih ada "batik Lasem", apakah masih dijuluki "kota santri", apakah akan semakin berkembang pesat... Ah, terlalu banyak apakah, padahal belum berbuat sesuatu untuknya...

Anyway,
Lasem, I Miss You

And,
I'm proud to be of yours...

Tetap semangat bagi para generasi muda Lasem!!! Hwaiting!!! Mari kita tunjukkan bahwa kita punya kemampuan dan tidak kalah dengan yang lainnya (untuk anak-anak Lasem yang kebetulan membaca tulisan ini dan untuk saya sendiri).

Gyeongsan, Maret 2010 
Di tengah menanti musim semi yang tak kunjung tiba

Why Do I Feel So Sad?


Why should this feeling cover me up again? When I feel that everything is undergoing perfectly. It's like grab my day, and all of the happiness inside me suddenly. Why is there something that make me hurt? And why am I so sad? 
-DEJAVU-

I have been so tired with some kinds like that. But, I'll try to keep on my mind that life is too short. I don't wanna to let the sadness waste my time and spend my strength. So for now, I wanna laugh at the confusion, smile through the tears, and keep reminding myself that everything happens for a reason. 
"Because someday everything will all make perfect in sense"