Pages

Showing posts with label Friendship. Show all posts
Showing posts with label Friendship. Show all posts

Babo

Hari ini, akhirnya saya ke lab karena ada lab meeting. Kemaren seharian di rumah karena masih gak enak badan dan masih capek banget. Dan begitu bertemu dengan teman-teman lab, saya diteriakin :

"Idham baboooo! How are you? We are worried about you!"

"I'm okay. Kwenchanayo."

"Oh Okay. So, Sonmul juseyo!" Mr. Ma bilang...

Giliran saya yang mencak-mencak,

"Woiii... kalian malah nanyain oleh-oleh. Bukannya nanyain kesehatan dan yang lainnya selama di Jepang. Huhuhuhu..."

"Oh no... I already sent you message..." Dong Jin said

"Me too, I wrote to her Facebook wall..." Edit gak mau kalah

Mr. Ma gak bersuara...

Mr. Ma, you don't worry about me!

"Nooo... Idham... I'm worried about you, too."

Dan ketika lab meeting, Profesor pertama kali menanyakan keadaan saya...
"Idham, how are you? Are you okay?"

~ThankYou~

Ayo Lebih Peduli, Dham!

Saya hari ini ngrasa cukup "wow" (baca terharu), atas kepedulian orang-orang disekitar terhadap diri saya. Kemaren Profesor nitipin kota peta Tokyo sama Tokyo subway map ke Mr. Ma buat saya, kemudian hari ini beliau ngasi saya amplopan lembaran uang yen. Beliau bilang jumlahnya emang  gak banyak, setidaknya itu yang masih tersisa di beliau yang bisa dikasihin ke saya. profesor saya juga nyariin teman barengan untuk pergi ke conference, gak ingin sampai saya bener-bener sendirian (demikian juga untuk case beberapa conference saya yang sebelumnya).

 Pas chat sama Mbak Windu, begitu tahu saya mau pergi, beliau bilang, 
"Dham, kalo butuh apa-apa bilang ya. Ntar gue transfer. Jangan dibikin susah. Mumpung gue ada. Yang penting lo have fun disana."
"Alhamdulillah masih ada, Mbak."
"Beneran ada?"
 "Iya. Alhamdulillah masih ada."  *walaupun jumlahnya gak seberapa*
"Yowes, kalo butuh apa2 bilang ya dham"

Soalnya Mbak Windu pernah denger cerita nya pas jaman-jaman saya susah dulu, saat stipend belum turun, lab gak ada duit jadinya biaya conference pake acara saya pinjem ke temen yang lain dulu... Dan karena ada masalah dengan keuangan lab saya, jadi penyebab saya pernah bermasalah juga dengan salah satu labmate...

Terus lagi, pas mau nanya-nanya ke Konjen Jepang di Busan sama Mas Boy sekalian minta rekomendasi tempat yang akan dikunjungi di Jepang... eh, dia nya malah nawarin mau nransferin (minjemin) begitu tahu nominal tabungan saya. Dan beneran ditransfer. Padahal saya lagi gak nyari pinjeman, dan gak ada di pikiran saya juga. Soalnya saya pikir uang di tabungan saya sudah cukup untuk saku kesana.

"Gak usah Mas Boy. Tabungan gue udah cukup ini."
"Buat jaga-jaga Dham, soalnya elo khan cewek kalo misalnya ada apa-apa. Pokoknya uang yang Boy transfer ini di cash in aja dan dibawa buat jaga-jaga elo selama disana."
Dan akhirnya beneran di transfer walaupun saya sudah bilang gak usah... Sekalian dikasi Handy Guide nya Tokyo...

Ini Mas Boy nya juga tahu masalah di lab saya waktu itu... Sedikit terlibat dan ikut prihatin waktu itu... Sampai saya nangis-nangis di lab nya Mas Boy waktu itu, ada Mbak Vita dan Eiffel juga...
Yang masih saya inget, dia bilang "Sabar ya Dham. Tetep semangat aja..."
Sesepuh kami yang satu ini memamg sangat baik dan perhatian terhadap kami-kami semua... Sayang suka nge-ceng-in dan saya kena mulu... hihihihi... Gpp, buat hiburan dan nyenengin orang lain juga... :D

Yang terakhir, ada orang yang mau bantuin juga... Saya sangat menghargai sekali dan sangat berterima kasih atas kepedulian serta kebaikan hatinya. Tapi sepertinya belum perlu untuk saat ini...

Yang pasti saya gak mau kalo sampai dikasi bantuan secara cuma-cuma... Hahaha... *Sok banget...
Iyalah... selama masih mampu kenapa enggak usaha sendiri...
   
*Tu khan gaya lagi...

Padahal masih punya utang 1100 dollar... hahaha...

Biarin... Nanti akan segera saya bayar setelah stipend 6 bulan ke depan turun.... *entah kapan*

=====> Nasib jadi mahasiswa merangkap kuli yang bayarannya 6 bulan sekali...

NB : Ayo lebih peduli lagi dengan lingkungan sekitarmu Dham, orang lain aja banyak yang masih peduli sama elo! Masak elo nya kalah!

Dolphin Doll



Accidentally discovering this cute blue stuff that make me dazzled and unable to switch off my eyes for not seeing this 'dee-dee'. Then, it reminds me with my little cute dolphin doll which is left in my hometown.

For me, dolphins are fabulous creatures. They symbolize smartness, faithfulness, gentleness and friendship. I think, almost people will agree with this statement, won't you?

Wanna to have this lovely one and it's a MUST...

Let's go to Gmarket! Yaayyyy...

So Sweet Korea (Part 1)

AOh My God!Gak bisa tidur... Ya iyalah, orang baru bangun! *JitakIdham*

Daripada ngomongin hal-hal yang gak baik dari orang-orang, terutama orang Korea, mending ngomongin yang baik-baik dari mereka. Apalagi ini saya sering mendengar beberapa orang bertanya ke saya, contohnya "Bener gak sih kalo orang-orang Korea itu galak?", "Orang-orang Korea nya disana gimana ya?", "Eh, bener ya kalo orang-orang Korea suka gak ramah sama orang asing?" dsb dsb...

Mungkin bisa sedikit memberikan gambaran... Ini saya mau cerita yang indah-indah tentang mereka... *halah*
  • Di mulai dari yang paling deket dulu deh, yaitu lab tercintah, saya punya labmate namanya Park Jae Sung. Dia anak undergraduate, tapi umurnya lebih tua dari saya. Ini anak baik banget, ramah dan sopan. Si Jae Sung suka sekali tiba-tiba bagi-bagi makanan atau minuman, makanan yang dia bawa dari rumah atau beliin kami-kami semua minuman dari vending machine. Tiba-tiba aja dateng, terus bilang "Idham, this is for you!". Terus kalau dia sedang makan snack apa gitu, dia bagi dengan saya katanya suruh nyobain. Selama ini saya merasa sudah banyak ngrepotin dia, mulai dari urusan remeh temeh suruh bikinin account Gmarket atau nukerin sepatu boot yang salah ukuran pas belanja online, sampai benerin rubber ring nya substrate rotation mesin sputtering. Saya inget waktu itu sudah hampir tengah malem dia masih ngutak atik mesin "horror" itu untuk saya, dan itu pun setelah melalui 3 kali ganti rubber ring... Oh, Jae Sung yang penyabar! Dan yang paling saya inget sampai sekarang adalah waktu itu, tanpa sengaja karena gak hati-hati, jari saya kegores valve penutupnya tabung argon sampai berdarah. Lumayan banyak dan perih. Saya sembunyiin agar gak ketahuan siapa-siapa, mana di lab gak ada obat-obatan. Terus kemudian ketahuan sama Park Jae Sung, "Idham, tangan kamu kenapa?". Saya bilang gak kenapa-kenapa, segera saya sembunyiin. Dia keluar. Saya pikir dia pulang. Selang beberapa waktu kemudian, dia kembali dengan membawa obat untuk luka saya... Dan dia bilang, "Idham, lukanya disembuhin dulu ya. Ini ada obat!" Saya menduga dia keluar nyariin obat untuk saya, yang entah nemunya darimana.... Aaaaa~~~ so sweet banget! Saya paling gak bisa ini kalo gak tersentuh sama yang begini-beginian, ada orang yang berbuat sesuatu untuk saya, walaupun hanya sesuatu yang kecil... Pasti bakal keinget, walaupun ingatan saya sangat buruk...
Bersambung ke episode berikutnya... Nantikan dengan tokoh lainnya... *halah*

Ntahpapa Di Two Rooms Kita

Life is sometimes unpredictable, isn't it? Just found some "wow wow" things, so I write this post to divert my thinking... :D

Ceritanya ini gak mau mikir dan kepikiran yang berat-berat...

OK, langsung dimulai saja saya akan sedikit bercerita tentang two rooms saya (kami mangsutnya) :
  • Jika kamu berkesempatan singgah di kamar mandi kami, akan kamu jumpai pasta gigi anak-anak rasa stroberi. Jangan berfikir bahwa kami telah menculik anak siapa... tapi bertanyalah maksudnya ini apa-apaan dan siapa pelakunya  *Bocoran : pelaku sesungguhnya adalah makhluk-makhluk aneh penghuni Rodembil yang berinitial I dan E... :p Dan selusin odol-odol tersebut telah dibeli untuk memenuhi ide-ide di otak mereka yang terkadang suka yang isanghe-isanghe... :D
  • Jika kamu melihat di sekitar dapur merangkap ruang tamu merangkap ruang keluarga merangkap lagi ruang makan, kamu akan menemukan banyak sekali kotak makan, dan tersedia dalam berbagai ukuran. Jangan heran, karena kami adalah kuli-kuli lab yang merangkap sebagai ibu-ibu catering. Heranlah jika ternyata kotak-kotak makan itu tutupnya  pada gak ada, raib entah kemana. Tapi jangan bilang kalau kami adalah pemakan tutup kotak makan. Saya sendiri juga heran dengan sejarah tutup-tutup kotak tersebut. Dugaan kuat : pelaku adalah anak-anak catering yang terkenal kebandelannya.
  • Jika kamu membuka kulkas, kamu akan menemukan banyak sekali es krim dalam berbagai rasa yang ditimbun bertumpuk-tumpuk. Jangan tanya lagi siapa pelakunya. Sudah pasti dan jelas-jelas adalah si Pandachan.
  • Jika ditemukan makanan yang entah sudah berapa lama berada disitu, di kulkas, di meja atau di mana saja, gak disentuh apalagi dimakan, kemudian akan ada yang ngomel-ngomel dan ketahuanlah siapa pelakunya. Dan dia  dengan seenaknya akan bilang lupa telah membelinya. Pelaku sesungguhnya adalah yang nulis ini postingan ini, yang hobi beli-beli makanan tapi malas untuk memakannya.
  • Jika saya, terbangun di pagi hari, siang hari ataupun sore hari, terkadang sudah tersedia kopi, teh susu atau minuman lainnya di meja, yang sering membuat saya berguman sendiri, "Aahh... life is beautiful, isn't it?"... Pelaku : si nenek-nenek cantik... yang suka berbaik hati menyediakan minuman buat kami.
  • Jika kamu bertanya darimana asalnya beberapa barang-barang di rumah kami semisal lemari dan meja lipat, jangan heran jika sebagian besar jawabannya adalah dari tempat sampah.
  • Jika saya, tidak segera tidur atau ketahuan belum tidur dalam jangka waktu yang sangat lama, seseorang akan mengubur saya dengan selimut rapat-rapat, dan mengomel-ngomel menyuruh saya segera tidur. Pelaku : sama dengan si pemakan es krim segala rasa.
  • Jika saya terus-terusan tidur, gak mau bangun-bangun, akan ada seseorang yang akan menyeret saya untuk sekedar makan atau untuk pergi ke luar. Ini adalah fakta, saya bener-bener di seret dari kasur. Pelaku : sama dengan yang menyuruh saya tidur.
To be continued....

 *) Ini ditulis untuk mengenang masa-masa tinggal di two rooms bersama mereka-mereka, salah satu bagian dari perjalanan hidup saya, terutama selama berada disini... Sebelum waktu akhirnya mencuri potongan-potongan kenangan itu dari memori otak saya...