Pages

Showing posts with label Brownies. Show all posts
Showing posts with label Brownies. Show all posts

Brownies a la Bude Bundanya Cinta




Bude Bunda adalah kakak iparku yang tinggal di Probolinggo. Beliau adalah karyawati perusahaan BUMN di sana, tetapi punya hobby bikin kue dan menerima pesanan dari teman dan tetangganya. Peralatan yang beliau pakai di dapur sederhana saja tapi hasil cake buatannya terutama browniesnya, enaaaaaaaaak banget..dan proses persiapan sampai selesai dilakukan sendiri dengan cepat dan praktis.




Suatu hari waktu kami berlibur ke Probollinggo Bunda sedang membuat pesanan brownies untuk teman sekantornya. Setelah jadi, dibuat bertumpuk dan didekor dengan butter cream. Cinta pikir itu kue buat dia, jadi selama Bundanya bikin cake, dia duduk manis nungguin di dapur. Waktu aku masuk ke dapur, Cinta langsung lapor dengan sumringah :’Niek dibuatin cake sama Bunda, Mam. Aku bilang bukan, itu pesanan teman Bunda. Seketika wajah Cinta muram dan bisik bisik ke aku, katanya ‘Kenapa kok Niek nggak dibikinin kue, padahal kan Bunda sering cium cium Niek ya’. Aku ngakak, tapi Bundanya took it seriously dan merasa bersalah. Apalagi waktu suaminya yang juga sayang banget sama Cinta (karena mereka tidak punya anak cewek) ikutan negur ‘Lha kenapa loh, tadi kok Cinta nggak dibikinin sekalian, kan tinggal nambah bahan aja’. Bunda terus merasa menyesal. Mau dibuatin lagi, tapi tidak keburu karena kami sudah harus kembali ke Surabaya. Beliau janji, suatu saat pasti akan membuatkan cake khusus untuk Cinta.

Kesempatan itu datang Oktober tahun lalu, waktu Cinta ultah yang kelima. Jauh hari beliau sudah wanti wanti agar aku tidak pesan atau bikin cake sendiri untuk pesta ultahnya yang akan dirayakan di rumah.





Ternyata benar, dari rumah beliau membuatkan 2 loyang brownies kukus yang kemudian di rumahku baru dihias dengan buttercream dan edible image bergambar Cinta. Kenapa dibuatkan sampai 2 cake, karena aku paling tidak suka cake ultah anak yang tidak dibagikan kepada teman temannya... hehe...this is so subjective reason. Rasanya nggak tega lihat teman temannya hanya bisa menatap cake ultah tanpa mencicipi. Karena itu setelah acara tiup lilin, dua cake itu kami potong potong sejumlah tamu yang hadir, dimasukkan plastik mika dan diberikan kepada semua yang hadir. Walaupun hanya dapat sedikit sedikit, tapi lebih baik daripada tidak sama sekali kan.

Selesai acara, aku mencicipi cake yang lebih, ternyata rasanya memang enak banget, lembab dan nggak seret. Aku bawa sebagian ke kantor, teman teman juga bilang enak, manisnya pas dan rasa coklatnya mantap. Cinta juga suka banget. Bahkan sampai remah remah terakhir dia masih mau.




Aku sempat minta resepnya, dan beliau kirim via sms. Tapi karena kecerobohanku, resep itu hilang. Tanya lagi, hilang lagi. Akhirnya aku jadi sungkan. Aku pikir suatu saat kalau pas ke Probolinggo aku mau belajar saja langsung.

Nah, tahun ini, untuk acara ultah Cinta, Bunda tanya apa mau dibuatin brownies kukus lagi buat cake ultahnya. Aku bilang kalau tahun ini, cakenya perlu banyak, karena untuk goodie bag. Kalau semua dibuatin di Probolinggo, pasti harus dibuat hari Sabtu. Karena hari Minggu mereka sekeluarga mau berangkat pagi.Aku kurang setuju, kuatir kalau dibuatnya terlalu lama sebelum hari H, cakenya akan rusak. Akhirnya sepakat dibuat di Surabaya hari Minggu pagi, dan supaya cepat beliau juga akan bawa peralatan dan klakatnya. Akhirnya, Minggu kemarin dengan menggunakan 2 klakat, 2 mixer dan serba dua lainnya, kami membuat 9 loyang brownies kukus. Dan aku senang sekali karena selain sangat terbantu dengan kehadiran beliau, juga bisa menimba ilmu browniesnya. Daaannnn…..resepnya aku share di sini.

Brownies Kukus a la Bude Bunda :

Bahan :

7 butir telur utuh
400 gr gula castor
300 gr terigu ukuran sedang (dikurangi 2 sdm)
2 sdm maizena
2 sdm coklat bubuk Black forest (kalau pakai ini, browniesnya akan hitam sekali)
2 sdm susu bubuk
1 sdm emulsifier
½ sdt VX 2%
½ sdt vanili bubuk
250 gr margarine
150 gr DCC
3 sdm susu kental manis


Cara membuat :
  1. Panaskan klakat
  2. Siapkan Loyang ukuran 30x30x5cm, oles margarine di bagian bawah saja, alasi kertas roti, oles margarine sekali lagi. Sisihkan.
  3. Campur dan ayak terigu, coklat bubuk, maizena, sisihkan
  4. Lelehkan margarine, masukkan potongan DCC, aduk sampai DCC leleh. Tambahkan 3 sdm susu kental manis, aduk rata, sisihkan
  5. Kocok telur dan gula sampai berbusa, masukkan emulsifier, VX dan vanili, kocok sampai kental
  6. Masukkan campuran terigu, aduk balik sampai rata
  7. Masukkan campuran margarine, aduk sampai rata (bisa juga menggunakan mixer speed rendah )
  8. Tuang diatas loyang
  9. Kukus selama 45 – 50 menit dengan api sedang. Angkat.
  10. Panas panas balikkan keatas rak, buka kertasnya, biarkan dingin
  11. Potong dan hias sesuai selera setelah cake benar benar dingin.



Bunda punya cara yang agak 'aneh' untuk membagi cake besar menjadi potongan yang seukuran. Beliau mengukur cake dengan kertas koran (seharusnya pakai kertas roti ya? hehehe....next time better deh). Kemudian kertas itu dilipat menjadi 3, lalu dipakai untuk menentukan tempat potongnya.




brownies bude bunda setelah dipotong (tadinya buat rok Barbie :D)



Kalau membuat cake kukus, jangan sekali kali sampai ketetesan air dari tutup dandang, karena hasilnya akan sangat mengerikan seperti mata monster gini :D




Sekali lagi Keluarga Cinta mengucapkan terimakasih pada Bunda, yang tanpa beliau acara bikin goodie bag kemarin jadi cerita horor :)




Dual-tone Barbie cake untuk ultah Cinta

 
Tanggal 18 October 2009 kemarin adalah hari ulang tahun anak semata wayangku, Kidung Cinta Andjani yang keenam. Tidak ada pesta, hanya perayaan ulang tahun sederhana di TKnya saja pada hari Senin 19 October 2009 (hari ini). Namun jauh jauh hari dia sudah memikirkan cake ultahnya mau seperti apa.

Awalnya Cinta ingin dibuatkan cake fondant dari buku Debbie Brown, namun keputusan terakhirnya dia minta dibuatkan Barbie cake, dengan syarat semua warnanya harus pink. Cinta memang pink lover sejati :)

Barbie cake ini menggunakan base cake sacher torte.  Dan cake untuk roknya memakai brownies kukus yang dikukus resep kakak iparku dengan menggunakan 2 jenis loyang, yaitu loyang tulban kecil dan loyang agar agar yang mirip loyang bolu Hongkong. Tinggi Barbie cakenya sengaja aku buat normalnya manusia saja, tidak seperti Barbie doll yang (menurutku) tidak proporsional, karena panjang kakinya yang berlebihan.




Membuat cake dan dekornya baru aku lakukan Minggu malam, karena takut kalau dibuat jauh hari sebelumnya cakenya jadi berubah rasa.

Warnanya,setelah melalui perdebatan yang agak ruwet, karena debatnya antara aku dan anak umur 6 tahun yang tiba tiba menjadi double keras kepala karena sudah cape dan ngantuk..hehe...selain pink boleh ditambah warna lain, yaitu violet, lain warna tidak diterima.

Yang menguleni dan menggiling fondant ini adalah Pok, suamiku, karena setelah makan lamb meat steak waktu birthday dinner, tiba tiba aku nggilyeng, alias pusing. Aku hanya mengarahkan, menambahkan warna dan memasang fondant di atas cakenya saja.

Cinta yang tidak bisa tidur, karena penasaran pengen tahu hasil jadi cakenya, ikut membantu sebisanya.


Bagian bawah rok, untuk menyamarkan batas antara ujung rok dan base cake aku beri mawar kecil kecil warna violet dan pink.


Tulisan nama Cinta di pinggir base cake, lagi lagi berwarna pink.. :)


Hanya lilin dan tambahan tulisan 'Happy Birthday Cinta' saja yang boleh berwarna lain karna tidak terpikir untuk beli coklat warna pink :)



Untuk isian goodie bag teman teman Cinta,selain bag pack, aku beri 1 kotak kecil brownies kukus yang dicoating DCC, diberi sedikit butter cream dan ditancapin fondant.


Keluarga kakak iparku, yang biasa dipanggil Bude Bunda oleh Cinta, sengaja datang dari Probolinggo untuk mengucapkan selamat ultah pada Cinta dan membantu aku membuat brownies untuk goodie bag. Beliau bekerja luar biasa cepat, karena jualan brownies kukus ini sudah menjadi bisnisnya sehari hari, jadi untuk konversi reseppun bukan main cepatnya. Waktu aku tanya, gimana cara ngitungnya, beliau bilang : pakai feeling aja. Whuikkk....salut aku..

Sebelumnya melalui sms beliau memberi aku takaran bahan bahan brownies, jadi aku bisa mempersiapkan menimbang bahan sebelumnya. Dan, seperti yang dinasehatkan oleh bu Fat, it really helps...karena menimbang, mengayak dan mencampur bahan untuk beberapa resep itu butuh waktu lama. Belum lagi kalau tepung, maizena, coklat bubuk, sudah ditimbang, diayak, dimasukkan plastik trus baru ingat kalau harus ditambah susu bubuk..haiyaaa...buka lagi plastiknya, ayak lagi, masukkan plastik lagi....lemes, Saudara Saudari...hehehe...

Terimakasih ya, 'Nda, bantuan Bunda sangat sangat berarti buat kami. Nggak cukup rasanya berterimakasih hanya dengan kata kata...


 mbak Sus dikaryakan untuk packing


Untuk semua guru sekolah , satpam dan petugas kebersihan sekolah, aku beri brownies juga, plus 1 loyang besar pastel tutup. Iseng aja, di atas pastel aku spuit tulisan 'Cinta',

sebelum dioven



setelah ditaburi keju dan dioven


Untuk tetangga rumah, guru les Cinta dan Oom No - Oomnya suamiku, kemarin siang aku hantarkan pastel tutup dalam loyang alfoil yang lebih kecil, pudding coklat dan brownies kukus yang dibuat dari resep NCC yang 12 telor. Siang hantaran dikirim ke rumah tetangga oleh Cinta, sore dapat kiriman balasan berupa hadiah dan angpao buat dia..hehe...makasih..makasih...jadi sungkan nih, ibu ibu..




brownies dengan resep dari kursus cake dasar NCC

Bad newsnya, karena cuaca yang super panas di Surabaya hari hari ini dan juga kemarin, penyemprotan WCC cair ke atas brownies yang aku lakukan di dapurku yang tidak ber ac, jadi encer banget dan susah beku, akibatnya meleleh ke pinggir cake yang aku hias awal awal. Dihapus malah meninggalkan jejak, mikir cara lain udah nggak sempat...yo wis, biarin aja, habis semprot simpan dulu di kulkas bentar :)

Ini photo Cinta dengan ketiga guru kelasnya. Walaupun Barbie cakeku jauh dari sempurna,dan warnanya yang hanya terdiri dari pink dan violet, namun anakku senang dan bangga,karena katanya selama ini belum pernah ada temannya yang ulangtahun di sekolah dengan membawa Barbie cake dan terutama karena Mamienya sendiri yang membuatkan :)



Dan ini close up si Barbie. Aku memakai Barbie Wilton, oleh oleh seorang ibu bijaksana dari Jakarta. Barbie ini tidak punya kaki, jadi dari pinggang kebawah hanya berupa tongkat panjang berujung runcing yang memudahkan pemasangan di atas cake. Untungnya Cinta setuju juga pada akhirnya, karena sebelumnya dia insisted memakai salah satu Barbie doll koleksinya


Selesai acara di sekolah, sesuai pesan Cinta yang berulang ulang ditekankan, cake dibawa pulang lagi, tidak rela kalau ditinggal untuk guru gurunya :)

Habis les, dia mengundang sahabatnya (yang ikutan les juga) untuk acara 'makan kue bersama' di rumah. Dan dengan gaya bilang 'ini loh, Mamienya Cinta yang bikin sendiri'. Hihihih....anakku...anakku...

Happy birthday, Genduk Cilikku...and thank you for being such a lovely daughter...



Chocolate Brownies

Ingredients:

125g butter, melted
60g semi-sweet chocolate, chopped
1 cup sugar
2 eggs, whisked
1/4 cup cocoa powder
1/2 tsp vanilla essence
2/3 cup flour, sifted
1/2 tsp baking powder
1 tbsp icing sugar sifted

Method:
Sift flour and baking powder together, stir in cocoa powder and set aside.
Put butter and chocolate in a saucepan and melt over medium heat. Remove from heat, stir in sugar, eggs, vanilla essence and salt.
Stir in flour mixture until well combined.
Oil a square pan, and pour in chocolate mixture. Bake at 180°C for 25 to 30 minutes.
Remove and allow to cool. Slice and cover with sifted icing sugar.

Melted Brownies a la Yenny Agogo





Enaknya bergabung dengan milis NCC adalah menambah ilmu kuliner sekalian dapat tips dari para membernya yang luar biasa aktif.

Bulan ini, topik yang hangat adalah melted brownies a la Yenny Agogo yang heboh gara gara brownies tersebut dibawa sebagai potluck di acara HMFF beberapa waktu yang lalu. Yenny dengan baik hati share resepnya di milis seperti ini :


Bahan :
150 gram gula kastor
100 gram terigu segitiga
100 gram mentega
100 gram DCC (kalau mau lebih nyoklat yang ditambahin gpp, sekita 125-140gram - boleh pakai merk apa aja : Cholatta, Tulip, Theys)
2 butir telur
kacang almond sangrai (alternatif lain : kacang kenari , tanah)
Vanili


Cara membuat :
Lelehkan mentega dan DCC sampai lumer, tambahkan gula aduk sampe rata masukkan telur, vanili aduk sampai tercampur rata, masukkan terigu .
Terakhir masukkan kacang yang sudah di sangrai (banyak sedikitnya tergantung selera)
Siapkan loyang brownies yang sudah dioles dengan mentega dan ditaburi terigu.
Masukkan setengah adonan terus tata coklat corveture yang bulet2 spt kancing di atas adonan, kemudian tutup lagi dengan adonan sisa.
Panggang sampai matang ( pake suhu 200 derajat , kurleb 25 menit)
Kalau suka ditengah adonan bisa diberi taburan keju, rasanya jadi gurih2 gitu.


Sejak saat itu Milis NCC rame dengan diskusi soal brownies yang kemudian diberi nama MBA ini. Setiap hari ada saja tips dan komentar temen temen yang makin membuat aku penasaran.

Weekend kemarin, sebagai camilan untuk Cinta dan Bapaknya, yang adalah Chocolate Monsters, aku sengaja buatin MBA ini 2 resep. Membuatnya gampang banget, nggak perlu pakai mixer, cukup aduk aduk dan panggang (aku sengaja bikin camilan yang gampang gampang, karena dirumah lagi nggak ada pembantu, males nyuci banyak banyak...hehehe..)

Untuk ngovennya, sebagian aku buat pakai loyang muffin kecil, tanpa taburan kenari untuk Cinta, dan sisanya pakai loyang brownies biasa dengan taburan kenari. Untuk melted chocolatenya, karena nyari couverture coklat (yang ternyata menurut informasi temen temen berbentuk seperti kancing) di TBK langganan nggak ada, aku kasih aja potongan coklat Elmer ini.


Dan ternyata memang hanya melted waktu masih panas saja, setelah dingin, coklatnya menjadi sedikit kaku - tapi masih enak juga.




Pagi ini aku bawa 4 potong ke kantor, sambil kerja sambil nyamil... Kalau kemarin waktu habis matang kerasa manis banget, hari ini manisnya sudah agak berkurang.




Sepertinya next time memang kudu pakai coklat kancingnya nih, supaya efek meltednya dapet dan gulanya harus agak dikurangin :). Anyway, terimakasih Yenny untuk sharing resepnya...

100 praline & 100 brownies cup untuk 100 harinya dik Vita



Hari Minggu 7 Juni 2009, aku buat 100 kotak praline dan 100 brownies cup pesanan Om No, untuk peringatan 100 hari meninggalnya dik Vita, sepupu suamiku yang meninggal di Mataram pada saat proses melahirkan puteri pertamanya.

Adat di Jawa Timur, untuk acara peringatan 40 hari, 100 hari, 1000 hari orang meninggal, keluarganya mengadakan doa bersama dan para undangan yang datang diberi makan dan pulangnya masih dibawain bontotan yang berisi nasi lengkap dengan lauk pauknya dan berbagai jenis kue. Om No sengaja pesan di aku, karena kalau di desanya adanya hanya kue kue tradisional, katanya pengen kue yang bernafaskan 'kota'..heheh...ada ada aja istilahnya.


Aku pengen banget bikinin fruit pie, tapi sayangnya Om No harus berangkat hari Senin pagi sedangkan acaranya baru Selasa sore. Sudah jelas basi kalau fruit pie. Pilihannya hanya brownies, karena kue ini bertahan lama tanpa kulkas.


Browniesnya aku buat dengan memakai resep kiriman Vivi Liong. Kacangnya aku pakai almond slice. Tapi aku nggak pakai couverture chocolatenya, karena nyari di TBK nggak ada.


Bedanya sama Vivi adalah, dia pakai paper cup kecil, kalau aku pakai paper cup besar ini, isinya hampir 2x lipatnya. Sengaja aku buat besar biar lebih 'kelihatan'. Trus dibungkus pakai plastik OPP dan diikat ujungnya dengan kawat berwarna.

Selama aku membuat brownies ini, Pok dan Cinta nungguin terus. Dari 4 kali baking (@ 3x resep), mereka minta jatah masing masing 1 cup untuk setiap batchnya. Panas panas kemepul dari oven, langsung disentor bentar pakai fan trus dimaem :). Waktu diberi brownies yang sudah dingin mereka langsung menolak, karena katanya jauh lebih enak yang panas..



Selain brownies cup aku juga buatkan 100 kotak kecil praline, masing masing berisi 5 biji. Coklatnya pakai coklat Collata, yang warna hijau, coklat, putih, kuning dan pink. Yang ukurannya besar aku isi dengan selai blueberry, kismis, dan cherry potongan, yang ukurannya kecil, mainly coklat.Kotak mikanya dapat beli di toko 8 Pucang. Pas banget untuk 5 biji Praline.




Waktu nganter aku pesenin ke Om No, bahwa kuenya ini namanya Brownies, jenis kue bantat tapi enak banget, jadi nanti kalau ada yang complaint Om No bisa menerangkan. Maklum, nantinya brownies dan praline ini akan dibagikan kepada warga di Njorongan, Probolinggo yang (maaf) agak agak kurang update dalam hal perkuean.


Project ini adalah project pro bono alias free of charge. Sebenarnya Om No insisted untuk bayar, tapi aku tidak mau. Selama ini dik Vita dan Om No sekeluarga sudah sangat berjasa bagi kami, apalah artinya sedikit sumbangan kami ini dibandingkan kebaikan hati mereka.

Semoga almarhum dik Vita dan puteri yang belum sempat terlahir di dunia ini bahagia di alam sana, berkumpul dengan Eyang Munil, mama dik Vita yang telah duluan dipanggil Tuhan.

Vivi, thanks untuk sharing resepnya.. as Onny said, you are really a culinary encyclopedia :).
Kalau ada yang pengen resep Browniesnya, minta sama Vivi ya...rasanya bener bener enak deh... :)


Snack box buat Yuni (hari pertama)





Selama 4 hari ini, mulai Senin 20 April sampai nanti Kamis 23 April aku memberanikan diri menerima pesanan snack box dari Yuni untuk acara survey karyawan di kantor. Pesannya, setiap box berisi 3 macam snack, jenis snacknya terserah aku.
Hmm...langsung buka buka buku pinter, merancang menu apa yang akan aku buat.
Untuk hari pertama, karena punya adonan isi pastel tutup ex pastel tutup buat ultahnya Sur, aku buatin juga pastel tutup tapi pakai loyang alfoil oval kecil. Penny Lane brownies dan pudding caramel dengan potongan buah peach kaleng.
Untuk pudding caramelnya, aku sengaja buat sedikit lebih banyak, untuk tester Nancy dan Arini. Nancy langsung pesan kalau pas aku buat lagi :D. Pudding ini memang enaaaaaaaak dan lembutttttttttt banget... biar nggak enegh aku kasih peach kalengan yang manis manis asem.
Walaupun ngerjain snack pesanan hari pertama ini sampai harus begadang dan bangun pagi pagi banget,karna pure kentangnya harus dibuat langsung, nggak bisa dicicil, aku seneng..Jadi tambah pengen buka usaha mbuat makanan secara serius nih....m(- -)m

Oleh oleh dari Semarang...



lunpia Semarang asli



Libur hari raya Nyepi kemarin (26 Maret 2009), Mamie dan teman temannya datang dari Semarang ke Surabaya. Yang aku tunggu tunggu, selain orangnya (Mamie) tentu saja oleh olehnya. Dan, berdasarkan pesanan, kemarin Mamie bawain Lunpia Semarang, Ayam goreng Kalasan Dr. Cipto, arem arem dan petis tahu isi. So, sore sore kami sekeluarga berangkat ketemuan sama Mamie. Yang pertama dilakukan oleh Ibundaku tercinta ini waktu ketemu adalah menjelaskan treatment yang harus dilakukan pada oleh oleh dari Semarang. Petis harus disimpan dikulkas, lumpia kalau belum dimakan simpan dikukas, ayam kalau mau dihangatkan musti digoreng dengan cara gini gitu, arem aremnya jangan sampai gini gitu....halahhh...khas Mamieku, bukan nanyain kisah hidup anaknya selama hidup diperantauan...qiqiqiqi....

Lunpia Semarang langganan keluarga kami adalah Lunpia Mataram, jualannya pagi sampai siang di depan toko roti Sanitas, jalan Mataram. Sepanjang jalan Mataram, ada banyaaaaaaaaaaak sekali penjual yang mengatas namakan 'Depan Toko Roti Sanitas', tapi menurut aku, yang ini yang enak :




Walaupun kadang ada rasa sangit karena sedikit gosong, tapi bisa dimaafkan dengan taste lunpia secara keseluruhan. Pelengkapnya adalah saus kanji yang kentaaaaal sekali, dengan rasa gula jawa dan bawang putih, daun bawang, acar timun dan tidak ketinggalan cabe rawit hijau yang, walaupun kecil tapi puedesnya mantap. Mungkin cabe rawit ini yang menjadi acuan peribahasa 'kecil kecil cabe rawit', karena kalau cabe rawitnya Surabaya, warna hijaunya hijau muda, walaupun gedha, nggak pedes :D


Lunpia Semarang ada yang basah (tidak digoreng) dan goreng. Kalau mau dimakan langsung, enak beli yang basah, karena kulitnya lembut. Kalau dibawa bepergian nggak terlalu lama, mending beli yang basah, ntar kalau mau digoreng lagi sebentar. Kalau beli yang goreng, walaupun enak sekali karena kulitnya renyah, tapi kalau dimakan agak agak nanti atau dibawa pergi jauh, jadi melempem, kalau digoreng ulang minyaknya jadi banyak.


lunpia & its condiment


Untuk isinya, rebung dirajang halus trus dimasak dengan bawang putih, ebi halus, udang, telur (scrambled egg) dan kecap manis. Istimewanya, rebungnya tidak bau pesing. Harga perbijinya sekitar Rp 6,000 - 7,000. Malah di Semarang ada yang sebiji Rp 10,000 (Lunpia Amoy). Bedanya, lunpia Amoy lebih montok, banyak isiannya...kalau aku pribadi seneng yang isinya sedang sedang aja, biar kulitnya tetap terasa karena kulitnya itu yang jadi ciri khas lunpia Semarang.




Trus ayam goreng Kalasan Dr Cipto. Ini favorite keluarga sejak dulu. Rasanya gurih, daging ayamnya lembut dan tidak manis, beda dengan ayam kalasan yang ada di Solo atau Jogja yang cenderung manis karena gula jawa. Nggak tau resepnya apa nih...tapi kalau lama nggak makan, rasanya kangen banget sama ayam yang seekor (tanpa jerohan) lebih dari Rp 90,000 (@#$!) ini. Sambalnya juga mantap, pedasssssssss polll........




ayam Kalasan Dr Cipto


Nah, yang ini arem aremnya. Sepintas biasa aja, seperti arem arem di semua daerah di Jawa Tengah, tapi yang Mamie bawa ini ada lapisan dadar tipisnya, sepertinya sih campuran telur dan santan kental...rasanya bener bener gurih. Isinya ayam pedas.





Tiap bungkus diberi plastik pembungkus lagi, jadi rapi penampilannya.





Sebagai buah tangan untuk Mamie cs dan keluarga besar Pastor Samuel, my beloved brother, aku buatin pastel tutup, sambil promosi, siapa tahu kapan kapan Samuel perlu kirim kirim untuk koleganya biar pesen di adiknya ini...heheh...





Jam 20:30. lagi asyik chit chat sama Mamie dapat telpon dari Deasy, pesen snack buat Jumat pagi. Jenisnya terserah...lha berhubung pesannya sudah malam, dan aku tidak punya stok bahan selain telur,coklat, tepung, kornet, sedikit wortel dan macaroni di rumah, akhirnya aku tawarin Muffin Coklat dan Macaroni Schotel aja..dan Deasypun sepakat... yo wis....pulang ketemuan sama Mamie mbuat muffin, trus lanjut tadi pagi mbuat Macaroninya.




muffin coklat buat meetingnya Deasy




plus macaroni schotel

Pennylane Brownies NCC






Walaupun sudah sering membuat Brownies Panggang,baik untuk dimakan sendiri maupun dijual, dengan resep Blueband, belum afdol rasanya kalau belum nyoba mbuat Pennylane Brownies yang ada di buku NCC dan rame dibicarakan di Milis NCC. Aku sudah baca berkali kali cara membuat dan resepnya, rasanya sih nggak terlalu sulit.

Minggu kemarin akhirnya aku coba buat. Dan memang mudah membuatnya. Nggak perlu mixer, telur dan gula cukup dikocok pakai kocokan manual aja, karena ternyata (kata yang sudah nyobain) kalau dikocok pakai mixer rasanya jadi mekar seperti bolu.
Setelah matang dan dingin, aku kasih DCC leleh. DCCnya agak banyak, karena Cinta dan Bapaknya adalah Chocolate Monsters.. :)


Pennylane Brownies belum dikasih topping coklat. 1 Resep jadi 2 loyang.


Resepnya ada dibuku ini :



Untuk campuran adonan, aku kasih almond slices, karena berdasarkan pengalamanku kemarin kemarin, kenari kalau dipakai bikin kue rasanya kok agak agak gimanaaaaa gitu. Ternyata pilihan pakai almond slices ini memuaskan. Rasanya renyah. Pakai chocolate chip juga. Gulanya aku kurangin dikit biar nggak terlalu manis.




Pennylane Brownies, the inside




Pulang berenang, Cinta buru buru menghabiskan nasinya supaya boleh maem Brownies...and she loves it. Pok juga suka, terutama bagian atasnya yang renyah dan banyak coklatnya..bener bener Chocolate Moster..hihih...




pertama masih malu malu, yang dimaem remah remahnya dulu....



trus browniesnya...

trus minta lagi...sepotong nggak pernah cukup...


Note :
1. Resep Pennylane Brownies ini aslinya punya mbak Riana
2. kalau buat dijual, Pennylane Brownies lebih menguntungkan daripada Browniesnya Blueband, karena yang ini pakai coklat bubuk dan minyak goreng. Yang Blueband pakai DCC dan Margarine.