Pages

Showing posts with label Praktek. Show all posts
Showing posts with label Praktek. Show all posts

Latbar Foodmonster February 2011


Latbar Foodmonster bulan Februari 2011 ini rencananya dibarengkan dengan peringatan ultahnya FM. Namun karena satu dan lain hal, ultahnya diundur bulan depan.

Nah, beberapa waktu yang lalu, aku di email oleh mbak Lia F. Dewi, kepala suku FM. Beliau tanya apakah aku bersedia sharing dalam latbar bulan ini, mengajarkan cara membuat pastel tutup. Aku yang merasa mendapatkan kehormatan, langsung setuju. Selain pastel tutup, kami sepakat untuk latbar Macaroni Schotel dan Salad Buah juga.

Waktunya ditetapkan hari Sabtu tanggal 12 Februari jam 9 pagi di rumahku. Lewat email emailan dengan para Mods, dibahas dan dipersiapkanlah acara ini. Mods yang mempersiapkan semua bahan, aku hanya modal tempat, nasi putih dan aqua :D




Minggu lalu benar benar Minggu yang luar biasa padat buat aku, baik di rumah maupun di kantor. Sampai Sabtu subuhpun, aku masih mengerjakan cake pesanan pak Ribut, sehingga persiapanku untuk acara Latbar FM ini agak kurang prima. Waktu teman teman mulai berdatangan aku masih muter aja ngurus ini itu....jadi mohon maaf ya, teman teman kalau sambutanku kurang OK ya.

Sekarang soal acaranya.

Begitu mbak Nana datang dengan belanjaan, para Mons langsung bergerak cepat. Mencuci kentang untuk pastup, memotong motong bahan sambil cerita cerita. Aku merebus macaroninya. Setelah semua siap, mulai membuat isian pastel tutup trus dimasukkan dalam loyang loyang kecil, sementara kentangnya dikukus. Butuh waktu lama untuk mengukus kentang pastup. Setelah kentang siap, mulailah para ibu ibu heboh menghaluskannya. Harus cepet karena kalau sudah dingin, kentang kukus bakalan susah dibentuk. Kerja team yang hebat, karena tidak lama kemudian, pure kentangnya siap, dispuit sesuai selera. Dan masuk oven.

Setelah makan siang, yang kedua dikerjakan adalah Macaroni Schotel. Nggak lama masaknya...tapi yang lama adalah nunggu pastel tutup yang sedang dioven dalam 2 batch, karena ovenku hanya muat sekitar 35 - 40 cups sekali panggang, itu juga sudah pakai oven listrik dan oven tangkring. Mbak Lia menyarankan agar Macaroni Schotelnya dioven di rumah mbak Raras yang memang tidak jauh dari rumahku karena sudah mulai sore.

Mbak Raras dan beberapa teman pulang untuk mengoven macscot. Kami yang tinggal mulai memotong motong bahan untuk salad dan aku share cara membuat saus saladnya.

Acara terakhir, setelah mbak Raras datang dengan macscotnya adalah belajar berhitung..hihihih...kenapa?? Karena Modsnya bingung mbagi hasil latbar. Beberapa teman sudah pulang duluan, sebagian sudah bahwa hasil latbar, sebagian belum, jadi hasil latbarnya dititipin temen yang masih tinggal. Nah yang membingungkan, Modsnya lupa mana yang sudah bawa mana yang belum... Nggak papa ya, mbak, yang penting niatnya kan supaya rata dan adil ya :D

Tidak banyak photo yang aku ambil, eh, bahkan tidak ada sama sekali selama acara ini, karena nggak sempat. Photo hasil latbar yang ini baru aku ambil setelah acara selesai, sambil mbantuin mbak Yanti beberes.



Terimakasih Mods dan Mons Foodmonster, semoga apa yang aku sharingkan bisa membawa manfaat. Maafkan kalau ada yang kurang berkenan ya. Sampai ketemu bulan depan dalam acara Ultah yang pasti heboh...

Ayam Kodok Pesanan Pastor Samuel


Seneng banget ngerjain pesanan ini. Karena sejak latbar Foodmonster kapan hari aku sudah kepengen banget praktek bikin ayam kodok. Kalau bikin untuk sendiri, pasti nggak kemakan, karena suamiku dan Cinta nggak suka.

Suatu malam, bermula dari obrolan iseng di grup BB, aku menawari Pastor Samuel untuk pesan ayam kodok untuk hantaran. Pastor bilang tahun depan ya, soalnya tahun ini beliau sudah pesen pastel tutup untuk hantaran Natal. Nggak tau bagimana, karena aku BBMan sambil ngeloni Cinta, Pastor bilang, Ok, pesen ayam kodok 4 untuk tanggal 21 Desember. Aku antara tidur dan bangun, njawab Ok.

Nah, paginya aku cari tulisan Pastor tentang pesan ayam kodok di wall kok nggak ada. Apa aku mimpi ya...padahal seingatku aku baca soal harga, jam pengambilan dan lain lain. Aku tanya ke grup, malah dikatain paling paling aku memang mimpi. Haiyaah...mosok kepengen dapat pesanan ayam kodok aja sampai mimpi mimpi :D

Beberapa waktu kemudian Pastor sendiri yang jawab, bahwa bener dia pesen 4 set untuk tanggal 21 December...hihih...Dan selidik punya selidik ternyata chat room yang ada bahasan soal pesanan Pastor sudah dihapus oleh Group Administrator, pantes aja aku cariin nggak ada :D

Dan tadi pagi,setelah begadang semalaman, ayam kodoknya Pastor Samuel sudah siap di ambil.

Empat set, lengkap dengan galantinenya. Sausnya aku buat a la aku, isian ayam kodoknya pakai resep galantine mak Kiem dan tehniknya sesuai dengan ajaran mbak Nana :). Sempat kesulitan nyari Liver Pastenya, karena di beberapa supermarket aku cari nggak ada. Raised pertanyaan ke milis, dapat informasi beli di Bilka. Dan, bener, di sana banyak banget Liver Pastenya dan langsung aku borong buat persediaan.



Terimakasih atas pesanannya, Pastor dan jangan sungkan sungkan kalau mau sering pesen ya.. :)


Latbar Foodmonster Desember 2010 : Ginger Bread House


Sungguh aku bersyukur bisa menjadi bagian dari komunitas Foodmonster Surabaya. Walaupun aku baru aktif ikut latbar beberapa bulan terakhir, namun dari semua latbar yang aku ikuti benar benar sangat bermanfaat dan bervariasi.

Latbar terakhir tahun 2010 ini jatuh pada tanggal 11 Desember. Menurut jadwal, themanya adalah carving cake, namun di bulan November ada pengumuman dari mbak Lia bahwa thema diganti, disesuaikan dengan Natal yang akan segera datang.   Sebelum ada pengumuman thema dan tanggal latbar, jauh jauh hari mbak Lia sudah memberi clue, bahwa latbar kali ini akan menjadi latbar kejutan dan bakal menjadi latbar yang sangat menarik. Tebak tebak thema berlangsung di milis, sampai akhirnya keluar pengumuman tentang  thema latbar yang resmi yaitu membuat Ginger Bread House, rumah cookies yang menjadi ciri khas Natal di Barat sana. Peserta latbar dibatasi hanya 15 orang, siapa cepat (daftar) dia dapat. Tempatnya di rumah mbak Raras yang memang asyik untuk kumpul kumpul :)

Dalam emailnya mbak Lia mengatakan bahwa latbar ini akan diliput oleh Reuters. Aku kira awalnya cuma guyon...tapi ternyata beneran !. Waktu peserta sudah mulai kumpul dan mempersiapkan bahan, datang 2 orang crew dari Reuters yang mengabadikan jalannya latbar ini dari awal sampai selesai. Whuik...koneksinya mbak Lia, rek.. :D. Katanya, berita dari Reuters seringnya diputar di Metro TV. Mudah mudahan aku bisa nonton waktu ditayangkan nanti.



Latbar mulai jam 9 lebih sedikit. Dari ke 15 peserta, dibagi menjadi beberapa group. Aku di group 3 bersama mbak Ceyza, Nadira dan Alvi. Sebelum hari H, kami saling berkomunikasih melalui email bagi bagi tugas. Waktu hari Hnya,karena Nadira dan Alvi belum datang, aku dan mbak Ceyza mulai duluan. Kami buat 2 resep sekaligus jadi satu. Adonan GBH cukup liat...tapi nanti hasilnya chewey...aku yang menakar bahan, dan kayaknya aku kebanyakan kasih bubuk spikunya..hihih...maap ya mbak Ceyza..



Setelah adonan siap, dicetak menggunakan patron dasar yang telah disiapkan Mods. Dan kami dibebaskan untuk membentuk rumah sesuai dengan bayangan dan selera masing masing. Ternyata ukurannya kecil ya...kalau lihat di foto foto aku pikir besar...:). Setelah dicetak, dioven sampai matang.




Sambil menunggu cookies yang sedang dioven rame rame, kami makan siang dulu. Menunya banyak banget, potluck bawaan peserta latbar. Aku sendiri bawa cap cay goreng ini.



Selepas maksi, kami mulai bikin royal icing, merangkai dan menghias GBH. Royal icing resep Mods bener bener ampuh, sekali tempel nggak sampai 5 menit sudah set.

Waktu lagi asyik decor, si Genduk Cilik nyusul dan mengambil alih pekerjaanku. Dia memang sudah wanti wanti kalau bagian menghias GBH ini nanti adalah tugasnya dan aku nggak boleh menyelesaikan dulu sebelum dia datang...yo wis to... :D



Waktu yang ditentukan untuk selesai adalah jam 15:00, tapi karena masih banyak yang belum selesai, mundur dikit sampai jam 15:30an...

Dan inilah GBHku...hiasan atapnya pakai yummy, permen telur cicak besar dan permen Menta yang bentuknya hati kecil kecil untuk cerobongnya. Trimitsnya minta Nadira, cookies kecil kecil ada yang bikin sendiri pinjem cetakan mbak Ceyza dan ada juga yang minta dari mbak Ceyza yang sudah siap dengan cookies dari rumah. Sungguh kerja sama team yang menyenangkan :D



Waktu habis, semua GBH dijejer di meja...dan tiba saatnya untuk photo photoan :). Semuanya kerennnn....bener bener banyak kreasi yang cantik cantik. Semua ngakunya baru pertama bikin, tapi hasilnya nggak kalah sama professional :D

 

Dan ini dua GBH favoritku, GBH karya mbak Raras yang full fondant


dan karya Mods yang scarry tapi lucu....


Dan ini adalah temen temen se groupku (group 3).


Nadira

Alvi yang baru pertama ikutan latbar FM

mbak Ceyza yang lagi menunggu kehadiran baby-nya, dengan pinky GBH   ...jangan jangan ntar babynya cewek nih, mbak.. :D

Penutup acara, tentu saja photo bareng..


Sesampainya kami di rumah, Cinta masih ngotot pengen nerusin decor. Dia tuang 1 mangkuk trimits melalui cerobong GBHku. Lalu dengan sendok kecil, trimits yang menumpuk di dalam rumah dikeluarkan melalui pintu....hmm....no comment deh :D


Setelah bosan dengan trimits, dia mengeluarkan mainannya dan memaksa aku untuk memotret GBH dan mainannya itu...katanya, ini rumah Barbie dan Mickey, dan mereka punya kuda yang sekarang lagi dinaikin oleh Mickey, Di depan rumah ada butterfly yang sedang membuat sarang. Nggak tau bagaimana sejarahnya sampai Mickey Mouse bisa serumah dengan Barbie..hihih...


Dan inilah hasil akhir photo kolaborasi antara aku dan anakku :D


Akhir kata, terimakasih Moderator Foodmonster yang (baru aku tahu dan sadari) selalu mempersiapkan setiap latbar dengan super serius, sampai rutin mengadakan meeting disela sela kesibukan sehari hari sebagai ibu ibu kantoran. Usaha kalian untuk selalu membuat latbar FM menjadi acara yang menarik dan bermanfaat sungguh sangat mengharukan dan berhasil :)

Dan terimakasih pada mbak Raras yang bener kata mbak Lia, rumahnya cocok banget buat latbar, yang sudah bersusah payah mengatur teras rumahnya menjadi class room style :) Juga para Mons yang sangat bersahabat.

Sampai jumpa tahun depan....dengan format latbar yang baru *niru kata mbak Lia* :D 


KBB # 20 : Biskuit Tradisional - Kue Bangket, 1 resep 4 rasa






Tantangan KBB ke 20 kali ini adalah membuat biskuit tradisional, tepatnya bikin kue Bangket.


Ada yang menyebutnya kue Bangket, ada yang bilang kue Bangkit...semuanya benar. Kue Bangkit menurut kisahnya berasal dari Riau. Dan aku sama sekali nggak pernah tau seperti apa kue Bangkit ini. Waktu ngobrol dengan teman teman milis yang dari Jatim juga pada nggak ngerti, tapi setelah aku bikin sendiri, baru aku tahu...ternyata kue ini adalah kue Semprit kalau aku bilang :)

Event KBB ini bersamaan dengan Event di NCC,sama sama bikin kue Bangket. Kalau di NCC disebutnya Bangket Week. Karena itu banyak resep yang bertebaran di milis NCC.




Resep yang aku bikin kali ini adalah berdasarkan resep Bangket Susu milik Nadrah, NCC. yang kemudian aku modifikasi menjadi 3 rasa baru.

Bahannya mudah saja, yakni :

500 gr tepung sagu
150 gr gula halus
100 gr margarine
75 gr susu kental manis
2 lembar daun pandan



Cara membuatnya :

1. Sangrai tepung sagu bersama daun pandan dengan api sedang sampai daun pandan kering (kurleb 15 - 20 menit) sampai tepung sagunya kelihatan seperti "melayang"



2. Buang daun pandannya dan campur semua bahan lain


3. Cetak dengan menggunakan cetakan satru, praline, cookies cutter atau cetakan apa saja dengan bentuk suka suka..Kalau pada saat dicetak adonan masih terlalu 'mawur', tambahkan 25gr margarine. Kalau masih susah dibentuk, tambah 25 gr margarine lagi. Kalau masih mawur jugaaaa...berarti ada yang nggak beres, karena waktu aku bikin kemarin nggak perlu nambah margarine lagi sudah langsung bisa dicetak dengan baik :)
Waktu memasukkan adonan ke dalam cetakan, tekan dengan kuat sehingga bentuknya padat. Ketukkan cetakan di atas meja atau langsung ke atas loyang yang telah dialasi kertas roti.




4. Panggang dalam oven dengan suhu 140 derajat Celcius selama 15 - 20 menit




Waktu aku bikin kemarin, sengaja memanggangnya sedikti demi sedikit dalam oven kecil saja, jadi begitu batch pertama matang, aku cicipin dulu. Dan aku pikir bakalan seru kalau ada beberapa rasa dalam kue ini. Jadi sisa adonan aku bagi 3, dan masing masing aku beri tambahan rasa. Yang petama aku tambahkan 1 sdm Mochaccino, kedua aku tambahkan 1/2 sdt jahe bubuk dan yang ketiga aku campur dengan parutan keju.





Tunggu setelah kue benar benar dingin baru diangkat dari loyang dan dimasukkan ke dalam toples.



Karena kemarin aku cetak kuenya dengan berbagai macam ukuran, matangnya jadi nggak rata juga. Tapi berdasarkan pengamatanku, kue Bangkit yang sudah matang berwarna butek, sedangkan yang belum matang masih ada warna transparantnya.



Hasil kue Bangketku, yang campuran Mochaccino dan keju berwarna agak gelap, sedangkan yang ada campuran jahe bubuk dan tanpa campuran berwarna putih.



Kalau rasanya, menurutku enak, namun agak terlalu manis, jadi kalau bikin lagi aku akan kurangi pemakaian gulanya. Yang paling enak adalah yang ada campuran kejunya, karena rasa kejunya kletis kletis dan membuat kue ini tidak enegh :)




Demikian tugas KBB #20 sudah selesai aku buat dan pada saat yang bersamaan  bisa ikut event Bangket Week NCC. Terimakasih Nadrah untuk resep Bangket Susunya :). Dan ini tanda lulusnya...legaaaa.. :D


KBB # 18 : Cinnamon Macarons


Bergabung dengan KBB (Kelompok Berani Baking) benar benar pengalaman yang luar biasa buat aku. Di sini aku tidak hanya berani mengerjakan resep yang (biasanya) unik, tapi  sekaligus juga mendapat banyak ilmu dan pengalaman yang di share oleh sesama member yang sudah mencoba mengerjakan tugasnya lebih dulu. Dari kegagalan dan keberahasilan itulah aku belajar.



Seperti tantangan kali ini, yaitu membuat French Macarons. Beda French Macarons dengan Macarons biasa adalah kandungan kacang kacangan yang digiling halus dan dimasukkan di dalam adonannya. Nah, menurut Wikipedia, Macarons itu sendiri adalah

"A macaron is a sweet confectionery. Its name is derived from an Italian word "maccarone" or "maccherone". This word is itself derived from ammaccare, meaning crush or beat, used here in reference to the almond paste which is the principal ingredient.[1] It is meringue-based: made from a mixture of egg whites, almond flour, and both granulated and confectionery sugar.


The confectionery is characterized by its smooth, domed top, ruffled circumference, and flat base. Connoisseurs prize a delicate, egg shell-like crust that yields to a moist and airy interior. The French macaron differs from macaroons in that it is filled with cream or butter like a sandwich cookie, and can be found in a wider variety of flavors that range from the traditional (raspberry, chocolate) to the exotic (truffle, matcha tea)


Pada saat mengirimkan surat tjintah, Ezi & Swi, host kali ini, juga menyertakan resep pink Macarons sebagai berikut :

Pink Macarons

Sumber: Cupcakes, Cheesecakes, Cookies. The Australian Women Weekly.

3 putih telur
2 sdM gula caster
pewarna pink
200g icing sugar
120g almond meal
2 sdM icing sugar, ekstra

Siapkan loyang, olesi mentega tipis-tipis; alasi dengan baking paper. Kocok putih telur hingga soft peak, tambahkan gula dan pewarna, terus kocok hingga gula larut. Pindahkan adonan ke dalam mangkuk yang lebih besar. Masukkan icing sugar dan almond meal, dalam dua bagian. Sendokkan adonan ini ke dalam piping bag dengan spuit 1.5cm polos. Semprotkan ke atas loyang 36 x 4cm bulatan, dengan jarak 2cm. Ketuk-ketukkan loyang di atas meja kerja supaya macarons merata. Taburkan dengan icing sugar, biarkan selama 15 menit.

Panaskan oven dengan suhu 150C/130C fan-forced. Panggang macarons sekitar 20 menit. Biarkan 5 menit, lalu pindahkan ke rak pendingin.

Rekatkan dua keping macarons dengan ganache. Taburkan sedikit icing sugar, jika dikehendaki.


White Chocolate Ganache

100g white eating chocolate, potong-potong kasar
2 sdM thickened cream/heavy cream (krim kental)

Masukkan dan aduk white chocolate dengan krim kental dalam panci di atas api kecil hingga halus. Pindahkan ke mangkuk yang lebih kecil. Tutup, dinginkan di kulkas hingga adonan dapat dioles.

Berdasarkan resep tersebut aku mencoba membuat tugasku, tapi dengan sedikit modifikasi yaitu tidak menggunakan pewarna dan menambahkan sedikit cinnamon ground supaya bau putih telurnya tidak dominan, sehingga resepku adalah sebagai berikut :
 
 

Cinnamon Macarons :

3 putih telur (aku bulatkan 100 gr) - sebaiknya pakai putih telur yang sudah menginap di luar kulkas selama (minimal) 1 hari
2 sdm castor sugar
200 gr icing sugar
1/3 sdt ground cinnamon
100 gr ground almond (aku beli almond bubuk siap pakai)



2 loyang cookies yang disemir margarine lalu di alasi baking paper (harusnya pakai parchment paper supaya tidak lengket tapi aku nggak punya)
1 piping bag
1 spuit dengan ujung bulat polos (punyaku diameter 1cm)

Cara membuat :
 
Buat almond bubuk menjadi butiran halus dengan cara memblendernya bersama icing sugar dan ground cinnamon 
 
 
Saring, kalau perlu sampai beberapa kali diblender dan disaring supaya benar benar halus butirannya. Buang sisa yang sudah tidak bisa halus lagi. Karena butiran yang kasar akan membuat permukaan Macaron tidak mulus.
 
 
 
 
Kocok putih telur sampai soft peak (tidak terlalu kaku)
 
 
 
Masukkan campuran almond, icing sugar dan ground cinnamon, aduk rata. Dari sharing teman teman, pengadukan sebaiknya tidak lebih dari 50kali.
 
Masukkan kedalam piping bag yang telah disiapkan. Semprotkan ke atas loyang. Kemarin aku buat, diameter kurleb 3cm. Sisihkan dan biarkan sampai permukaan macaron kering (kalau dipegang tidak menempel di tangan). Kemarin aku biarkan selama 5 - 6 jam.
 
 
Panggang dalam oven dengan panas 150 derajat celcius selama 15 - 20 menit.
 
 
 
Keluarkan dari oven, biarkan sebentar di atas loyang lalu pindahkan ke atas rak. Macarons dibilang berhasil bila yang mempunyai 'kaki', yaitu rongga di bagian bawah. Karena pada saat di oven, adonan akan terangkat 'mumbul' ke atas sedangkan bagian bawah menempel di dasar sehingga terciptalah kaki kaki ini.
 
 
 
Sementara menunggu dingin, siapkan Ganachenya. Aku membuat ganache dari DCC (dark cooking chocolate) dan kebetulan di kulkas masih ada stock, jadi pakai itu saja. Pada saat melepaskan macarons dari baking paper kemarin agak lengket jadi mengikuti tips dari teman teman, aku oleskan sedikit air dibagian belakang macarons (yang nempel di kertas) dan macarons pun bisa dilepas dengan mudah.  Lalu rekatkan dua keping macarons dengan ganache dan sajikan. 
 
 


Aku lebih suka menikmati macarons ini dalam keadaan dingin, karena rasa manisnya (menurutku) agak berkurang, jadi aku simpan macarons yang sudah jadi di dalam kulkas :). Cinnamon Macarons ini rasanya enak, karena ada bubuk almond dan wangi cinnamon. Kalau digigit, kulit luar terasa 'kres' dan dalamnya chewy.


 
Dan ini tanda lulusnya...:)

 


Terimakasih hosts KBB # 18, Ezi dan Swi, dan tentu saja mbak Arfi dan teman teman member KBB yang telah sharing pengalamannya.